Ilustrasi medcom.id
Ilustrasi medcom.id

Kemanjuran 65,3% Vaksin Sinovac Tak Perlu Diragukan, Ini 2 Hal yang Buat BPOM Yakin

Nasional Virus Korona bpom vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Patrick Pinaria • 11 Januari 2021 19:48
Jakarta: Penggunaan vaksin Sinovac di Indonesia akhirnya mendapat lampu hijau. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin pemakaian darurat (emergency use authorization) vaksin bikinan Tiongkok tersebut pada Senin, 11 Januari 2021.
 
Keputusan mengeluarkan izin itu diambil BPOM setelah mendapat rekomendasi pada rapat pleno pada Minggu, 10 Januari. Rapat tersebut dihadiri oleh anggota komite nasional penilai obat, ahli dalam bidang imunologi, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dan ahli epidemiologi. 
 
Putusan BPOM mengeluarkan izin vaksin Sinovac ternyata tidak sepenuhnya disambut positif oleh publik. Beberapa di antara mereka bahkan masih ada yang meragukan efektivitas vaksin tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keraguan itu muncul setelah efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin hanya mencapai 65,3 persen. Efek samping vaksin itu juga menjadi salah satu yang dikhawatirkan publik.
 
Namun, BPOM tentu punya alasan kuat untuk mengeluarkan izin tersebut. Mereka pun sudah mempertimbangkan mutu dan standardisasi dari vaksin tersebut.
 
Berikut alasan-alasan BPOM mengeluarkan izin vaksin Sinovac di Indonesia yang sudah dirangkum Medcom.id:

1. Efikasi vaksin Sinovac sudah memenuhi standar WHO


BPOM memastikan efikasi vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65,3 persen. Angka inilah yang membuat BPOM mengeluarkan izin pemakaian darurat vaksin Sinovac.
 
Pasalnya, presentase efikasi tersebut sudah memenuhi persyaratan ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 50 persen. Persentase tersebut dinilai sudah bisa menurunkan timbulnya penyakit.

2. Efek samping Sinovac ringan


Salah satu yang menjadi kekhawatiran publik mengenai penggunaan vaksin adalah efek samping. Mereka khawatir vaksin tersebut punya efek samping yang berlebihan. Namun, BPOM pun memastikan efek samping vaksin sinovac tergolong ringan hingga sedang. 
 
"Secara keseluruhan vaksin coronavac (Sinovac) aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers virtual, Senin, 11 Januari 2021.
 
"Frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai 1 persen," ujar dia.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif