Ilustrasi - sistem peringatan dini tsunami - ANT Irwansyah Putra
Ilustrasi - sistem peringatan dini tsunami - ANT Irwansyah Putra

Sistem Peringatan Dini Tsunami Bakal Dipasang di Mentawai Hingga Banyuwangi

Nasional tsunami bnpb
Cindy • 27 September 2020 09:22
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal memasang sistem peringatan dini tsunami di wilayah 1. Wilayah itu mencangkup tiga kabupaten di Mentawai, Nias Selatan, dan Banyuwangi.
 
"Ketiga kabupaten tersebut merupakan wilayah dengan potensi bahaya tsunami dengan kategori kelas sedang hingga tinggi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 September 2020.
 
Berdasarkan analisis InaRISK sebanyak 10 kecamatan di Kepulauan Mentawai memiliki potensi bahaya tsunami dengan jumlah populasi terpapar mencapai 28 ribu jiwa. Nias Selatan dan Banyuwangi juga memiliki kategori wilayah yang sama untuk bahaya tsunami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raditya mengatakan pemasangan sistem peringatan dini tsunami di tiga lokasi itu merupakan pengembangan dari sistem yang sudah dibangun sebelumnya. Sistem yang terpasang akan mengacu SNI 8840-1:2019 tentang sistem peringatan dini bencana, draf ISO 22328-2, dan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) peringatan dini tsunami.
 
(Baca: Peneliti ITB Beberkan Hasil Risetnya Tentang Potensi Tsunami 20 Meter)
 
"RSNI peringatan dini tsunami sendiri masih dalam pembahasan," ucap dia.
 
RSNI meliputi lima elemen, yakni pengetahuan risiko, diseminasi dan komunikasi risiko, pemantauan dan diseminasi peringatan dini, kemampuan respons, dan komitmen keberkelanjutan sistem peringatan dini. Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya mengatakan pemasangan sistem peringatan dini ini bertujuan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
 
“Sistem ini dipasang di lokasi-lokasi yang rentan bencana tsunami sekaligus dilakukan peningkatan kapasitas masyarakatnya untuk menghindari timbulnya korban jiwa, serta kerusakan harta dan benda saat terjadi bencana,” ujar Afrial. 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif