Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto:  Medcom.id/Ilham Pratama
Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Menko PMK: 60 Juta Masyarakat Dapat Vaksin Gratis

Nasional Virus Korona Vaksinasi covid-19
Ilham Pratama Putra • 12 November 2020 17:26
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, sebanyak 60 juta masyarakat Indonesia akan diberikan vaksin covid-19 secara gratis. Sisanya, masyarakat bisa melakukan vaksin secara mandiri, yang artinya tidak menggunakan dana dari pemerintah.
 
"Rapat kemarin (dengan Presiden Joko Widodo) menetapkan bahwa yang betul-betul jadi target diberi vaksin gratis itu sekitar 60 juta orang. (Sisanya) ada vaksin mandiri. Vaksin mandiri artinya membiayai sendiri terutama dari vaksin yang dari perusahaan," kata Muhadjir di gedung Kemenko PMK Jakarta Pusat, Kamis, 12 November 2020.
 
Dia pun menyampaikan, pihak yang menjadi prioritas pemberian vaksin gratis adalah tenaga kesehatan. Khususnya tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti yang diutamakan tenaga kesehatan, tenaga kesehatan pun yang memang betul-betul kontak langsung dengan pasien," terang dia.
 
Muhadjir menyebutkan, ada beberapa pertimbangan mengapa tak seluruh populasi diberikan vaksin. Hal ini merujuk data World Health Organization (WHO) yang menyebutkan jika pemberian vaksin kepada 70 persen populasi telah mampu menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.
 
"Apalagi untuk Indonesia kan tidak seluruh wilayah dinyatakan merah, artinya tidak semuanya terpapar," kata Muhadjir.
 
Baca juga:Kemenko PMK Sarankan Asesmen Nasional Diundur Hingga Oktober 2021
 
Namun terkait jumlah 60 juta orang yang diberikan vaksin secara gratis, pemerintah masih akan melakukan kajian lebih lanjut. Utamanya apakah 60 juta orang yang diberikan vaksin itu bisa menciptakan herd immunity.
 
"Nanti akan dipelajari, terutama oleh Kemenkes, berapa sih kelayakan Indonesia dan wilayah mana yang harus diperhatikan," ucapnya.
 
Lebih lanjut, saat ini dia tengah fokus memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tidak mau melakukan vaksinasi covid-19. Dia menilai masyarakat masih perlu disosialisasi.
 
"Itu kan perlu waktu, pasti nanti ada proses sosialisasikan. Semua masih disiapkan. Presiden sudah mengatakan tidak boleh tergesa-gesa. Memang harus cepat tapi tidak boleh tergesa-gesa karena itu nanti mereka yang belum siap ya ditunggu sampai siap. Ada penyadaran, ada waktunya," pungkasnya.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif