Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto. Dok. BNPB

Tiga Bulan Kiprah Yurianto Informasikan Covid-19

Nasional Virus Korona tokoh virus corona
Nur Azizah • 04 Juni 2020 14:39
Jakarta: Achmad Yurianto selalu muncul di layar kaca setiap sore selama tiga bulan belakangan. Ia tak pernah absen mengabarkan perkembangan kasus korona di Indonesia.
 
Sejak 2 Maret 2020, Yuri, begitu dia disapa, ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi juru bicara pemerintah untuk perkembangan pandemi virus korona. Setengah bulan pertama, dia rutin konferensi pers di Istana Negara setiap pukul 12.00 dan 17.00 WIB.
 
Dia juga masih sering muncul di berbagai konferensi pers yang diadakan Kementrian Kesehatan dan sejumlah rumah sakit. Ia kemudian diminta berkantor di Istana Negara. Tujuannya, mempermudah komunikasi antara dia dan awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memasuki bulan kedua, dia pindah berkantor ke gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur. Dia pun rutin menyampaikan informasi dari Graha BNPB yang beralamat di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.
 
Data-data kasus penambahan pasien positif, sembuh, dan meninggal tak pernah terlewat. Dia juga tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Seperti jaga jarak, memakai masker, dan menerapkan etika saat bersin.
 
"Jangan sampai kita tertular dan makin banyak yang tertular dan kemudian harus masuk ke rumah sakit, maka beban layanan rumah sakit akan semakin berat," kata Yuri setiap kali menyampaikan informasi covid-19.
 
Yuri juga selalu mengembuskan optimistime bahwa Indonesia bisa melalui wabah ini. Kiprah Yuri selama tiga bulan terjawab dengan penyebaran virus yang semakin landai. Bukti masyarakat sadar pentingnya protokol kesehatan.
 
Belum lama ini, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes itu diganjar penghargaan sebagai PR of The Year dalam Indonesia Corporate Branding PR Award 2020. Penghargaan itu diselenggarakan oleh Iconomics Research and Consulting.
 
Sebelum menduduki Ditjen P2P di Kementerian Kesehatan, Yuri menjabat Sekretaris Ditjen P2P. Pria kelahiran Malang, 11 Maret 1962 ini merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1990.
 
Saat menjadi mahasiswa ia pernah menjabat sebagai Komandan Resimen Mahasiswa Unair 1986-1988. Ia memulai karier di dunia militer sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada tahun 1987.
 
Namanya kian mentereng sebagai dokter militer. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Kesehatan Kodam Pattimura dan memimpin Batalyon Kesehatan Kostrad.
 
Pria berusia 58 tahun ini juga pernah menjalankan misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan ke Dili, Timor Timur pada tahun 1991. Karirnya mulai meningkat usai ia menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira, Cimahi Jawa Barat pada 2006.
 
Selang lima tahun kemudian, ia diminta Menkes Nila Moeloek menjabat posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes hingga tengah tahun 2019.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif