Founder AGP Tomy Winata/Medcom.id/Fachri.
Founder AGP Tomy Winata/Medcom.id/Fachri.

Artha Graha Peduli Bantu Percepatan Penanganan Covid-19

Nasional dki jakarta Virus Korona
Fachri Audhia Hafiez • 01 April 2020 19:41
Jakarta: Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) tergerak membantu percepatan penanganan virus korona (covid-19) di Indonesia. Yayasan tersebut mendirikan rumah sakit lapangan (Rumkitlap) di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
 
Founder AGP Tomy Winata menjelaskan, rumkitlap didirikan sebagai upaya membantu pemerintah untuk mendeteksi dini laju penyebaran virus korona. Salah satunya dengan menyediakan rapid test bagi masyarakat.
 
"Kita sampaikan bahwa rumkitlap AGP untuk karyawan, member AGP yang mencapai 800 ribu. Kami kasih porsinya juga 30 persen, kita juga memberikan kesempatan kepada mereka yang kolegial dan sahabat-sahabat kami di luar AGP. Tapi persentase ini bisa berubah lalu jika tiba-tiba ada juga orang lain di luar juga pingin ikut," kata Tomy kepada Media Group News di lokasi, Rabu, 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Dalam Sebulan, Pasien Positif Korona di Indonesia Capai 1.677 Orang
 
Rumkitlap AGP menyediakan 300 rapid test setiap harinya. Angka tersebut diharapkan mengurangi beban pemerintah melayani tes cepat korona pada masyarakat.
 
"Minimal 1 hari 300 orang itu tidak membebani Pemerintah, jadi masyarakat kami fasilitasi," ujar Tomy.
 
AGP membuka ruang kepada mereka yang ingin melaksanakan rapid test. Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui Sekretariat Rumkitlap AGP.
 
Fasilitas rumkitlap
 
Rumkitlap AGP terdiri dari empat tenda yang didirikan di sebuah lahan kosong. Satu tenda untuk ruang tunggu pendaftaran, serta satu tenda untuk pengecekan riwayat penyakit dan pengecekan suhu.
 
Dua tenda didirikan untuk pengecekan rapid test lebih lanjut seperti pengambilan sampel darah. Selain itu terdapat ruang untuk isolasi yang hingga kini masih dalam tahap penyempurnaan.
 
Saat memasuki area rumkitlap AGP penanganan ekstra dilakukan, seperti menunggu antrian dengan jarak tidak kurang dari satu meter. Masyarakat wajib memakai masker, disemprot disinfektan secara menyeluruh dan menggunakan hand sanitizer.
 
Mulai dari pintu gerbang masyarakat sudah dilayani petugas. Di setiap sudut, petugas akan menyampaikan imbauan terkait pembatasan yang akan dilakukan selama rapid test. Tenaga medis yang bertugas pun memakai alat pelindung diri (APD) lengkap.
 
Tomy telah menyiapkan berbagai langkah itu sejak wabah ini menjangkiti Wuhan, Tiongkok. Dia sempat berkomunikasi dengan koleganya di Tiongkok mengenai langkah-langkah dalam pencegahan virus covid-19.
 
"Kami dengar di Tiongkok sudah ada serangan. Jadi saya mencari hubungan hubungan dengan kawan di sana itu di awal Februari 2020, bagaimana sih China menghadapi tantangan dan cobaan terhadap masalah penyakit yang akhir disebut covid-19. Barulah pekan kedua itu mereka menyampaikan menggunakan rapid test untuk memisahkan orang yang saling suspect covid-19," jelas Tomy.
 
Mengajak stakeholder membuat program serupa
 
Tomy mengatakan program yang digagasnya sama halnya seperti Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan menyediakan fasilitas kesehatan tersebut, artinya perusahaan berperan menjaga kesehatan masyarakat dan masa depan.
 
"Sebenarnya apa AGP kerjakan normal-normal saja, seperti halnya dengan perusahaan swasta lain melakukan kegiatan CSR," ujar Tomy.
 
Tomy mengajak perusahaan dan stakeholder lain untuk menggerakkan program serupa. Kontribusi perusahaan lain diyakini dinantikan masyarakat.
 
"Berharap ini bisa dikerjakan oleh NGO (Non Governmnet Organization) lain dan swasta lain, 2 atau 3 tenda saja," ujar Tomy.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif