Presiden Joko Widodo di TPA Sampah Regional Banjarbakula, Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat, 7 Februari 2020. Foto: Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo di TPA Sampah Regional Banjarbakula, Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat, 7 Februari 2020. Foto: Biro Pers Setpres

Jokowi Ingin TPA Banjarbakula Jadi Contoh

Nasional pengelolaan sampah
Nur Azizah • 08 Februari 2020 00:28
Jakarta: Presiden Joko Widodo terpukau dengan pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Jokowi meminta provinsi lain mencontoh model pengelolaan tersebut.
 
"Saya tahu pengelolaan sampah itu tidak mudah. Mengatur satu tempat saja sulit apalagi jika dalam lingkup satu provinsi. Tapi saya sangat mengapresiasi bahwa ternyata ada model TPA (tempat pengelolaan akhir) yang bisa melibatkan beberapa kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini," kata Jokowi saat meresmikan TPA Sampah Regional Banjarbakula, Cempaka, Kota Banjarbaru, Jumat, 7 Februari 2020.
 
TPA Sampah Regional Banjarbakula ialah proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TPA yang memakan anggaran Rp149 miliar ini dapat menampung 790 ton sampah setiap harinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tempat pembuangan itu dapat menampung sampah dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. Jokowi pun yakin kolaborasi antarkabupaten dan kota semacam ini bisa muncul di daerah lain.
 
TPA ini dibangun di lahan seluas 15 hektare. Tempat ini mengimplementasikan sistem sanitary landfill dengan tujuan membuat kawasan di sekitar tidak tercemar bau sampah.
 
Jokowi Ingin TPA Banjarbakula Jadi Contoh
Presiden Joko Widodo di TPA Sampah Regional Banjarbakula, Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat, 7 Februari 2020. Foto: Biro Pers Setpres
 
Cara kerja sistem yang ada di TPA dengan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan menimbunnya dengan tanah. Air sampah basah diolah menjadi air bersih..
 
"Sampah yang masuk telah melalui pemilahan sehingga hanya 30 persen dari sampah awal. Ini bagus sekali. Air sampahnya juga bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya jadi aman dan tidak mencemari lingkungan," kata Jokowi.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif