Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 April 2020. Foto: Antara/Arif Firmansyah
Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 April 2020. Foto: Antara/Arif Firmansyah

Uji Sampel Covid-19 Masih Terlalu Memakan Waktu

Nasional Virus Korona
Kautsar Widya Prabowo • 12 Mei 2020 06:33
Jakarta: Proses uji sampel virus korona (covid-19) hingga mengeluarkan hasil dinilai masih terlalu makan waktu. Hal tersebut membuat data yang disampaikan pemerintah tidak berdasarkan waktu sebenarnya (real-time).
 
Epidemiolog Universitas Padjajaran Panji Fortuna Hadisoemarto mengambil contoh Kota Bandung, Jawa Barat, membutuhkan estimasi waktu satu hingga tiga hari untuk mengambil sampel hingga diterima laboratorium. Sampel itu dipastikan tidak langsung diperiksaa.
 
"Sejak diterima di laboratorium ada penudaan (pemeriksaan) dua hingga tujuh hari disebabkan menumpuknya sampel di laboratorium," kata Panji dalam diskusi virtual Laporcovid-18, Senin, 11 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, kata dia, estimasi waktu pemeriksaan sampel hingga memperoleh hasil memakan waktu satu hingga tujuh hari. Namun, waktu tersebut belum terhitung saat pasien mulai mengalami gejala terjangkit covid-19.
 
"Orang yang terinfeksi tidak langsung sakit. Ada waktu tiga sampai lima hari untuk dibawa ke fasilitas kesehatan," tutur Panji.
 
Selain itu, Laporcovid-19 memperoleh data pelaporan warga di Jember, Jawa Timur, mengalami keterlambatan pengambilan hasil. Pasalnya, waktu yang dibutuhkan untuk menunggu hasil sampel keluar mencapai 17 hari.
 
Uji Sampel Covid-19 Masih Terlalu Memakan Waktu
 
Baca: Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB
 
Sementara itu, pemerintah terus memeriksa sampel untuk mengetahui penyebaran virus korona. Total 161.351 spesimen diperiksa per Senin, 11 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.
 
"Spesimen ini kita periksa dengan dua metode baik menggunakan real time-polymerase chain reaction (RT-PCR) dan tes cepat molekuler (TCM)," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2020.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif