Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Epidemiolog: Wajib Booster saat Mudik Bisa Kurangi Penyebaran Covid-19

Nasional protokol kesehatan Vaksinasi covid-19 Vaksin Booster Lebaran 2022 Mudik Lebaran 2022
Antara • 19 April 2022 14:20
Jakarta: Kebijakan pemerintah mewajibkan masyarakat mendapatkan vaksin booster saat mudik diyakini akan mengurangi potensi penyebaran covid-19. Selain itu, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan.
 
Epidemiolog Iwan Ariawan menilai keputusan pemerintah membolehkan masyarakat mudik saat Lebaran tahun ini telah mempertimbangkan penyebaran virus yang relatif terkendali. Selain itu, cakupan vaksinasi covid-19 sudah tinggi, baik di daerah asal maupun tujuan. 
 
Antibodi masyarakat, terutama di Jawa dan Bali, juga sudah tinggi. Namun, Iwan mengingatkan masyarakat bahwa covid-19 belum hilang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, ya tetap harus dilaksanakan syarat-syarat perjalanan. Kalau mau enak ya booster, sehingga tidak harus PCR. Yang didatangi juga lebih aman. Protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan," kata Iwan, Selasa, 19 April 2022.
 
Iwan juga mendorong pemerintah daerah agar terus menegakkan aturan. Akan banyak orang berkumpul, terutama di kawasan wisata. 
 
"Harus diperhatikan benar bagaimana protokol kesehatannya, PeduliLindungi harus tetap dijalankan," kata dia.
 
Iwan memprediksi kenaikan kasus covid-19 setelah Lebaran tidak akan seperti setelah liburan-liburan sebelumnya. Kuncinya, masyarakat mengikuti aturan, pemerintah daerah menegakkan aturan. 
 
"Kalau itu dilakukan dengan baik, ya bisa mengurangi risiko," kata Iwan.
 
Pemerintah memprediksi 85 juta orang akan mudik Lebaran tahun ini. Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum selesai. 
 
Karena itu, pemerintah mensyaratkan masyarakat usia di atas 18 tahun harus melengkapi diri dengan vaksin booster saat mudik, disiplin menjalankan protokol kesehatan, dan selalu bermasker saat di keramaian.
 
Untuk anak di bawah 18 tahun harus minimal mendapatkan dua kali vaksin. Tanpa harus menunjukkan hasil tes Covid-19 saat mudik.
 
Baca: Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes Selama Idulftiri
 
Kementerian Kesehatan menyatakan indikator penanganan COVID-19 secara nasional masih menunjukkan sistem ketahanan kesehatan di Indonesia berjalan dengan baik.
 
Pada Senin, 18 April, kasus konfirmasi bertambah 559 orang, tapi jumlah itu lebih rendah dari sehari sebelumnya mencapai 603 kasus. Bahkan tren kasus konfirmasi menurun konsisten dibandingkan puncak gelombang kedua yang menembus lebih dari 400 ribu kasus pada Februari 2022.
 
Laporan Kementerian Kesehatan bersama peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FK MUI) mengungkap kadar antibodi masyarakat Indonesia menjelang Lebaran 2022 naik menjadi 99,2 persen yang berasal dari vaksinasi maupun infeksi alami covid-19.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif