Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Ratusan orang berbuka puasa di altar masjid sisi pintu Ar Rozzaq, Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/5/2018). Foto: MI/DHIKA KUSUMA WINATA
Jakarta: Keberadaan masjid di Indonesia diharapkan bukan sekadar sebagai tempat ibadah, namun juga pemberdayaan masyarakat. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan operasional masjid sering kali tidak terpenuhi dari sumbangan jemaah.

Sejumlah aset masjid bisa saja dimanfaatkan agar bisa mendatangkan pemasukan, asalkan fungsi utama masjid sebagai rumah ibadah tetap tidak terganggu. Ia pun bercerita tentang masjid dan Islamic Center di Jombang, Jawa Timur, yang dibangunnya.

“Bukan saya mau riya (ingin dipuji), tapi saya contohkan, di Islamic Center di Jombang, dibangun toko oleh-oleh di bagian depannya. Ini untuk dikelola agar masjid tidak meminta-minta di jalanan,” tuturnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Agustus 2018.


Islamic Center Moeldoko juga memiliki gedung pertemuan dan barak untuk musafir hingga panti asuhan yatim piatu. Ia berharap komplek Islamic Center seluas hampir 1 hektare itu bisa memberdayakan masyarakat Jombang.

Moeldoko menegaskan pengelolaan masjid dan Islamic Center yang menampung sekitar 1.500 orang itu diserahkan ke Pemkab Jombang. Khusus panti asuhan, ia yang akan menangani.

Terkait fungsi lain dari masjid itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak menyatakan seharusnya tidak menjadi masalah. Dahnil mengatakan masjid sejatinya adalah pusat peradaban Islam dengan segala kegiatan ekonomi, politik, atau kebudayaannya.

“Jadi, jangan dianggap masjid hanya untuk tempat ibadah,” katanya.

Ia sepakat semangat membangun masjid adalah juga untuk membangun peradaban. Apalagi bila pembangunannya dilakukan tanpa harus meminta-minta di tepi jalan.

Karena, menurutnya, sumbangan bisa juga didapt lewat pemberian bantuan sosial dari pemerintah, dari kelompok usaha sosial masyarakat, atau dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kita perkuat semangat sedekahnya,” kata Dahnil.

Baca: Haedar Nashir Ajak Masjid tak Dijadikan Sarana Politik Praktis

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhuddin mengatakan, pada zaman keemasan Islam, hampir semua kegiatan berporos di masjid. Mulai dari ibadah, sosial, ekonomi, kesejahteraan, hingga pendidikan.

Dalam konteks sosial, Didin menyampaikan masjid bisa menjadi penghubung antara kaum yang kurang mampu dengan jemaah yang lebih mampu secara ekonomi. Dalam konteks pendidikan, masjid bisa mengambil peran sebagai penjamin anak-anak kurang mampu agar mereka bisa terus mendapat akses pendidikan atau memberikan beasiswa.

"Andaikan setiap masjid (bisa menyekolahkan) dua orang anak dhuafa, bayangkan berapa juta anak yang bisa diberikan harapan pendidikan," tutur Didin.

Selain itu, keberadaan komunitas remaja Masjid dinilai mampu membangun karakter generasi muda. “Banyak contoh remaja masjid yang melakukan aktivitasnya sejalan dengan kebutuhan pemuda dan melahirkan pemuda yang menjadi pimpinan bangsa,” kata Didin.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyebut peranan masjid sangat penting dalam pembinaan karakter generasi muda. Menurut dia, Nabi Muhammad SAW juga melakukan pemberdayaan masyarakat di masjid.

“Di zaman Nabi (masjid) menjadi pusat ekonomi, pendidikan, bahkan kantor pengadilan. Masjid menjadi pusat informasi dan kemajuan zaman,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin mengatakan, dari sekitar 800 ribu masjid yang ada di Indonesia, belum seluruhnya dijadikan tempat pemberdayaan masyarakat.
“Coba setiap masjid ada minimarket karena makanannya terjamin halal, masjid bisa jadi pusat ekonomi juga,” kata anggota Majelis Mustasyar Dewan Masjid Indonesia itu.

Dia juga berharap pendidikan agama di sekolah juga dipindah ke masjid. Alasannya, kata dia, guru bisa mengontrol langsung tata cara siswa dalam belajar agama, baik cara wudhu, pakai mukena, atau ibadah.

"Jadi pendidikan agama tidak perlu belajar di atas meja terus," ucapnya.



(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id