BPOM Diminta Tindak Produsen dan Pengedar Makanan Berbahaya

Anggi Tondi Martaon 15 Mei 2018 11:03 WIB
berita dpr
BPOM Diminta Tindak Produsen dan Pengedar Makanan Berbahaya
Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso saat meninjau jajanan pasa. Foto: Dok. DPR
Jakarta: Salah satu hal yang menjadi ciri khas Bulan Ramadan yaitu aneka jenis makanan yang umumnya disajikan untuk berbuka. Namun, tak jarang aneka makanan tersebut mengandung bahan berbahaya.

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menindak tegas produsen dan pengedar makanan yang mengandung bahan berbahaya. 

"Jangan sampai rakyat diracuni gara-gara mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kedaluarsa maupun berpengawet," kata Imam dikutip dpr.go.id, Selasa, 15 Mei 2018.


Dalam rangka menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat, Imam Suroso bersama Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang Endang Pujiwati, melakukan sidak ke Pasar Baru, Pati, Jawa Tengah. 

Imam Suroso dalam kesempatan itu melihat langsung berbagai dagangan yang dijajakan pedagang kelontong, ikan maupun jajanan pasar. 

Tim BPOM mengambil beberapa sampel dan menguji kandungan pada makanan yang dijual di mobil lab mini. Hasilnya, ditemui beberapa jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti pengawet, pewarna.

Atas temuan ini, Imam Suroso menekankan sidak ini perlu terus dilanjutkan, khususnya menjelang puasa dan lebaran. Sebab, konsumsi makanan dan minuman jelang hari besar umat muslim tersebut meningkat tajam. 

"Kontrol terhadap makanan dan minuman terus dilakukan," ujar dia.

Sementara itu, Kepala BPOM Semarang Endang Pujiastuti menambahkan, sidak telah dilakukan di beberapa Kabupaten di Jateng. Sidak yang dilakukan bersifat  pembinaan dan edukasi. 

"Kalau menemukan kasus masih ditunggu dua bulan, setelah itu barangnya dimusnahkan. Langkah selanjutnya mencari produsennya kalau ditemukan dan terbukti maka sanksi tegas akan diterapkan," kata Endang.




(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id