Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (dua dari kiri). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (dua dari kiri). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Komnas HAM Minta Anggarannya Ditambah Jadi Rp374,6 Miliar

Nasional komnas ham
Arga sumantri • 14 Juni 2019 02:33
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta penambahan anggaran untuk 2020 hingga mencapai Rp374 miliar. Hal ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR.
 
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik memerinci, jumlah pengajuan penambahan anggaran 2020 sebesar Rp374.676.970.000. Sementara, pagu indikatif 2020 yakni sebesar Rp104 miliar. Sebanyak Rp80,2 miliar di antaranya untuk Komnas HAM, dan Rp23,8 miliar untuk Komnas Perempuan.
 
Salah satu alasan pengajuan penambahan anggaran ini, kata Taufan, untuk perbaikan Gedung Komnas HAM. Menurut Taufan, Kantor Komnas HAM yang terletak di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, jauh dari kata layak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kantor kami satu lagi ada di Hayam Wuruk, jadi ada kesulitan. Harapan agar memudahkan kerja dan koordinasi ada keinginan renovasi di Latuharhary, sehingga bisa bekerja di satu gedung yang sama," kata Taufan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Rapat kerja membahas anggaran tahun depan itu juga dihadiri mitra kerja Komisi III lainnya, yakni Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo juga minta anggaran lembaganya ditambah untuk tahun depan, yakni sebesar Rp101,5 miliar. Pagu anggaran LPSK pada 2020 sebesar Rp54,5 miliar.
 
"Untuk pembayaran kompensasi, layanan medis, psikologis dan psikososial kepada korban tindak pidana khususnya korban terorisme sebesar Rp96 miliar," ungkapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga meminta tambahan anggaran untuk tahun depan yakni sebesar Rp257,6 miliar. Pagu indikatif BNPT pada 2020 sebesar Rp460 miliar.
 
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius mengungkapkan, penambahan anggaran itu akan digunakan untuk belanja pegawai, serta tambahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) baru.
 
"Pagu indikatif kami Rp460,2 miliar dan kebutuhan Rp720,5 miliar," ucap Suhardi.
 
Wakil Ketua Komisi III Erma Ranik mengaku akan mempelajari usulan tambahan anggaran itu. Hasilnya bakal diputuskan dalam rapat pleno Komisi III.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif