Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pemda Diminta Antisipasi Klaster Covid-19 di Pengungsian Saat Bencana

Nasional Virus Korona bencana alam
Antara • 16 Oktober 2020 07:14
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengingatkan pemerintah daerah (pemda) mewaspadai timbulnya klaster virus korona di lokasi pengungsian. Hal ini diungkap menyusul potensi bencana alam di beberapa wilayah di Tanah Air akibat fenomena alam La Nina.
 
“Kami meminta kepada pemerintah daerah khususnya di daerah rawan bencana untuk segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Wiku juga mengingatkan masyarakat yang terpaksa mengungsi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19. Prinsip 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama berada di lokasi pengungsian harus diterapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemerintah daerah juga harus melakukan monitoring yang ketat, termasuk testing (pengetesan) dan tracing (pelacakan) jika dibutuhkan di lokasi pengungsian dan harus ada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga daerah, TNI, Polri serta masyarakat untuk menghindari terjadinya klaster pengungsian,” ujar dia.
 
Di samping itu, pemda dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) wajib mengondisikan agar lokasi pengungsian selalu bersih. Di sisi lain, masyarakat diimbau menghindari lokasi pengungsian jika memungkinkan.
 
“Selain itu, manfaatkan tempat-tempat penginapan yang terdekat sebagai lokasi pengungsian,” ujar dia.
 
Menurut dia, jika terpaksa mengungsi, masyarakat harus sigap. Hal ini seperti menyediakan masker cadangan, alat penyanitasi tangan (hand sanitizer), alat makan pribadi, serta tempat mengungsi yang memiliki jarak aman dengan tempat mengungsi lainnya.
 
Baca: Peningkatan Potensi Bencana Tuntut Kesiapan Fasilitas Evakuasi Sementara
 
Dalam enam bulan ke depan, Indonesia memasuki musim penghujan. Fenomena La Nina meningkatkan curah hujan hingga 40 persen. Hal ini memicu bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, serta puting belitung.
 
“Bahaya bencana alam ini sayangnya akan dihadapi oleh banyak masyarakat Indonesia di tengah kondisi pandemi covid-19 yang cukup menyulitkan dan membawa bahaya tersendiri pada keselamatan masyarakat,” ujar Wiku.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif