Jurnalis senior Saur Hutabarat. Foto: Metro TV/Marshalina Gita
Jurnalis senior Saur Hutabarat. Foto: Metro TV/Marshalina Gita

Jangan Mudah Percaya Kabar Burung di Media Sosial

Nasional media sosial jurnalistik hoax
Siti Yona Hukmana • 26 November 2020 15:29
Jakarta: Jurnalis senior Saur Hutabarat meminta masyarakat berhati-hati terhadap kabar burung yang beredar di media sosial (medsos). Pasalnya, perkembangan teknologi informasi banyak memunculkan informasi bohong atau hoaks di medsos.
 
"Hoaks dan segala macam itu bukan produk jurnalisme karena itu, ketika orang diberi informasi di media sosial yang mengandung hoaks itu, pertama-pertama tentu orang harus tidak tergesa-gesa memercayainya," kata Saur dalam program Metro Hari Ini yang disitat Medcom.id, Kamis, 26 November 2020. 
 
Menurut dia, orang yang menyebarkan informasi di media sosial biasanya lebih cepat menggunakan jemari ketimbang pikiran. Masyarakat harus kritis dalam menerima informasi di medsos, seperti YouTube yang merupakan karya personal. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karya ini berbeda dengan produk jurnalistik. Saur mengatakan produk jurnalistik sebelum dipublikasikan,  harus melalui tahap sidang redaksi. Berita itu dinilai serta disaring apakah layak untuk ditayangkan kepada pembaca atau pemirsanya. 
 
Baca: Saur Hutabarat: Jurnalis Menuntut Bakat Intelektual
 
"Jadi, semua karya yang bersifat personal itu jangan kita akui," ungkap mantan Pemimpin Redaksi Metro TV itu. 
 
Saur mendorong masyarakat tak enggan 'menyantap' informasi dari karya jurnalistik. Karya ini dipastikan produk dari jurnalis profesional.
 
"Jurnalis menyampaikan informasi melalui media yang memang diukur dengan ukuran-ukuran kaidah etik," kata dia. 
 
Dia menjelaskan dalam menghasilkan produk media massa, terdapat unsur-unsur pertukangan jurnalistik. Hal ini meliputi teknik mewawancara, mengambil gambar, mengedit, dan merekam suara. Produk jurnalistik dapat dianggap sebagai karya intelektual.
 
Meski begitu, dia mengatakan produk jurnalistik yang intelektual tidak terlepas dari karakter jurnalisnya. Seorang jurnalis bakal dituntut untuk jujur terhadap fakta dan terhadap pernyataan narasumber.  
 
"Bukan dipelintir bukan di-framing. Biarlah publik yang menafsirkannya karena itu memang diperlukan karakter untuk menjadi jujur, diperlukan integritas dalam profesi ini," ujar mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia itu. 
 
Saur Hutabarat mendapat anugerah Bintang Jasa Nararya dari Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2020. Anugerah itu diterima atas sumbangsihnya dalam bidang jurnalistik. 
 
Saur telah banyak berkiprah dalam dunia pers Tanah Air selama empat dekade. Ia berpesan kepada media untuk menjadi barometer kebenaran dan terus memiliki konsistensi, kredibilitas, dan konten yang terus diperkaya sehingga kepercayaan publik dapat dijaga.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif