Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Baru 16 Kabupaten/Kota Tegas Larang Iklan Rokok

Nasional industri rokok rokok
Theofilus Ifan Sucipto • 07 Oktober 2020 17:58
Jakarta: Baru 16 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia tegas melarang iklan rokok beredar di wilayahnya. Kepala daerah di 16 wilayah itu patut diapresiasi karena peduli pada generasi penerus bangsa.
 
“Ini perlu diapresiasi karena mereka berkomitmen dan konsisten dengan peraturan yang diberlakukan,” kata Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari, dalam diskusi virtual, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Wilayah ini mencakup Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, dan Sawahlunto. Kemudian DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Depok, Badung, Karangasem, Gianyar, Jembrana, Klungkung, dan Banggai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh kepala daerah di wilayah tersebut telah mengeluarkan regulasi berupa peraturan daerah, peraturan bupati, atau peraturan wali kota. Lisda menghargai upaya tersebut kendati peraturan nasional soal larangan iklan rokok masih digarap.
 
Niat baik dari sejumlah kepala daerah tersebut harus didukung masyarakat. Terutama orang tua agar anak tidak terpapar iklan rokok.
 
“Anak-anak harus dilindungi dan berkomitmen menjaga mereka dari zat adiktif rokok,” ujar dia.
 
Baca: Pemerintah Didesak Buat Regulasi Tegas Menyetop Akses Rokok pada Anak
 
Pemerintah diminta lebih tegas menyetop akses rokok pada anak melalui regulasi yang tegas. Sekitar 19,2 persen pelajar merokok dengan tren terus meningkat.
 
Lisda menyitat data Global Youth Tobacco Survey pada 2018. Sebanyak 60,9 persen pelajar melihat iklan rokok di ruang terbuka seperti baliho, 56,8 persen pelajar melihat iklan rokok di televisi, dan 36,2 persen pelajar melihat iklan rokok di internet.
 
Lisda mendorong Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau segera direvisi. Sebab, beleid itu masih mengizinkan iklan rokok beredar luas.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif