Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro. Medcom.id
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro. Medcom.id

Pemerintah Susun Protokol Kesehatan Khusus Cegah Klaster Keluarga

Nasional Virus Korona protokol kesehatan
Ferdian Ananda • 13 Oktober 2020 06:52
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), Kementerian Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) menyusun protokol kesehatan keluarga di masa pandemi covid-19 (korona). Hal ini untuk mencegah klaster keluarga.
 
"Keputusan ini dibuat berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo pada September lalu," ujar juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro di Kantor Presiden, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Reisa menungkapkan ada empat hal dalam aturan itu. Pertama, protokol kesehatan keluarga secara umum. Seperti, cara pemakaian masker dengan benar, cara melindungi anggota keluarga yang rentan atau berisiko tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga terpapar virus korona. Aturan menjelaskan soal pihak-pihak yang harus dihubungi untuk mendapatkan pertolongan segera, proses karantina, atau isolasi mandiri.
 
Ketiga, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah. "Nah ini penting. Cara membersihkan diri sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah. Memastikan kita tidak membawa pulang virus masuk ke dalam rumah, dari pakaian ataupun barang-barang bawaan kita," lanjut Reisa.
 
Keempat, protokol kesehatan di lingkungan sekitar tempat tinggal, ketika ada warga terpapar. Aturan menjelaskan tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat di lingkungan rumah juga penting. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan tidak memberikan stigma negatif kepada tetangga yang terkonfirmasi positif covid-19.
 
(Baca: Jaga Keluarga dengan 3M)
 
"Mereka (positif) justru yang harus dibantu," kata Reisa.
 
Protokol ini untuk menekan penularan covid-19 di lingkungan klaster keluarga yang sangat tinggi. Reisa menuturkan potensi tinggi penularan klaster keluarga bisa datang dari orang terdekat yang menjadi carrier atau pembawa virus.
 
Penularan dari orang terdekat bisa berakibat fatal bagi anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta. "Sebagian dari 1.299 klaster yang ditemukan Kementerian Kesehatan adalah klaster keluarga," tutur Reisa.
 
Reisa mengingatkan klaster keluarga sulit dihindari. Sebab, terkait dengan klaster-klaster lain, seperti klaster kantor, klaster pasar, yang semuanya berpotensi bertemu di keluarga.
 
Pemerintah berkomitmen mengawal implementasi protokol kesehatan keluarga dengan kolaborasi dan sinergi antarkementerian/lembaga. Hal ini untuk memastikan dukungan kesehatan sekaligus menguatkan ekonomi keluarga di masa pandemi.
 
"Sementara itu, peran kita tetap disiplin protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun. Mari putus rantai penularan covid-19 di dalam keluarga. Mari kita bekerja sama, kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dan masyarakat," pesan Reisa.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif