Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

Anggi Tondi Martaon 06 Juni 2018 11:27 WIB
berita dpr
Israel Dituding Langgar Hukum Internasional
Ilustrasi tentara Israel. Foto: AFP
Jakarta: Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar menilai, tindakan Israel mempertahankan diri atas penolakan warga Palestina, dinilai sudah di luar batas. Sebab, negara zionis itu telah banyak merenggut nyawa warga Palestina.

"Israel ini seperti melakukan pembunuhan massal atas nama negara. Atas dalih mempertahankan diri, negara zionis itu membunuh siapa pun yang ada di hadapan mereka. Anak-anak, ibu-ibu, wartawan, hingga perawat," kata Rofi, dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Juni 2018.

Baru-baru ini, dunia digemparkan atas meninggalnya Razan al-Najjar, perawat asal Palestina yang bertugas di Jalur Gaza. Razan ditembak mati oleh tentara Israel pada Jumat , 1 Mei 2018. Kematian Razan menambah panjang daftar warga Palestina yang tewas menjadi 124 orang, sejak memperingati hari Nakba di perbatasan Gaza.


Razan dalam peristiwa itu menggunakan atribut medis. Tapi tentara Israel tetap saja melepaskan tembakan terhadap wanita berusia 21 tahun tersebut.

Atas penembakan itu, Israel sudah sepantasnya mendapatkan hukuman yang berat karena secara jelas telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949. "Dalam konvensi tersebut menegaskan bahwa paramedis mendapat perlindungan ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam konflik," kata Rofi.

Sebagai informasi, pengaturan mengenai perlindungan terhadap petugas kesehatan dalam medan perang dapat ditemui dalam pasal-pasal Konvensi Jenewa dan Protokol tambahannya. 

Misalnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 11, Pasal 24-27, Pasal 36, dan Pasal 37 Konvensi Jenewa maka petugas kesehatan harus dihormati dan dilindungi dalam segala keadaan, mencakup:

a. Seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk pekerjaan medis (mencari, mengumpulkan, mengangkut, membuat diagnosa dan merawat orang yang cedera, sakit, korban kapal karam dan untuk mencegah penyakit). Mereka itu adalah dokter, perawat, jururawat, pembawa usungan.

b. Seseorang yang ditugaskan, baik permanen maupun sementara, semata-mata untuk mengelola atau menyelenggarakan kesatuan medis atau pengangkutan medis. Mereka itu adalah administrator, pengemudi, juru masak, dan lain-lain.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id