Penumpang Bercanda Bawa Bom di Pesawat akan Dituntut
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua dari kanan) bersama dengan jajaran dan instansi terkait mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan penumpang yang bercanda membawa bom di pesawat akan tuntut. Langkah tegas akan diberikan kepada pelaku. 

"Selama ini, yang akan datang, minggu depan kita akan melakukan penuntutan," kata Budi di Kompleks Istana, Gambir, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018. 

Dia belum mau bicara apakah langkah itu akan dilayangkan kepada Basuki Rachmad dan Nouval Baderi, anggota DPRD Banyuwangi, Jawa Timur. Keduanya bercanda tentang bom di Bandara Banyuwangi. Yang pasti, kata Budi, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) berani bersikap. 


"Saya enggak mau ngomong orang. Yang penting kita akan melakukan penuntutan," ungkap dia.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan sudah mengatur masalah ini. Pasal 437 ayat (1) menyebutkan, "Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun." 

Pasal 437 ayat (2) mengatur ancaman penjara paling lama 8 tahun apabila informasi tidak benar itu mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda. Selain itu, ayat (3) pasal tersebut berbunyi, "Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun."






(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id