Komisi I: Yerusalem Bukan Milik Amerika

Anggi Tondi Martaon 11 Mei 2018 15:43 WIB
berita dpr
Komisi I: Yerusalem Bukan Milik Amerika
Ribuan umat Islam menggelar aksi bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds sebagai penolakan atas keputusan Amerika Serikat memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yerusalem, di kawasan Monas, Jakarta, Jumat, 11 Mei 2018 (Foto:Antara/Hafidz Mubara
Jakarta: Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras rencana Amerika Serikat (AS) memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem. Keputusan tersebut dianggap bertentangan dengan resolusi PBB.

"Siapa yang memberi Amerika hak untuk memutuskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Israel? Yerusalem bukan milik Amerika. Hormati PBB, dan hentikan langkah Anda, Trump!" kata Kharis dalam keterangan pers, Jumat, 11 Mei 2018.

Pada pemungutan suara Majelis PBB yang dilakukan pada Desember 2017, Indonesia bersama 127 negara lain menentang langkah AS mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu diikuti dengan keputusan Presiden AS Donald Trump memindahkan kedubes dari Tel Aviv ke Yerusalem.


Politikus PKS itu menilai keputusan AS sangat mengganggu perdamaian dunia. Menurutnya, langkah AS akan mendapat protes keras dari banyak pihak.

"Perlawanan akan semakin masif, semua negara Islam bersama Palestina dan 128 negara yang lain juga, AS harus menghentikan langkahnya," kata dia.

Kharis menegaskan, Indonesia tidak akan pernah surut melawan kebijakan AS. Bahkan, Indoneisa akan menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai isu utama dalam kebijakan luar negeri karena sejalan dengan konstitusi. 

"Sejengkal pun kami tak akan pernah mundur memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menjadikan Al-Quds atau Yerusalem sebagai ibu kotanya. Selama napas masih dikandung badan, selama itu pula NKRI akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina," kata Kharis, tegas.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id