Sertifikat vaksin covid-19 bisa dicetak seperti kartu ATM. Tokopedia/Snappy
Sertifikat vaksin covid-19 bisa dicetak seperti kartu ATM. Tokopedia/Snappy

4 Alasan Tak Perlu Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19, Nomor 3 Harus Bikin Waspada

Nasional Virus Korona vaksinasi vaksin covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Cindy • 07 Juli 2021 13:59
Jakarta: Jasa cetak sertifikat vaksin covid-19 menyerupai kartu ATM dan KTP ramai tersedia di media sosial maupun toko online. Pembuatan sertifikat vaksin dengan ukuran ini diklaim lebih mudah dibawa dan praktis. 
 
Jasa cetak sertifikat vaksin covid-19 itu dibanderol mulai Rp20-50 ribu per kartu. Tapi, apakah perlu sertifikat vaksin covid-19 dicetak? Berikut alasannya:
 

1. Versi digital juga diakui

Sertifikat vaksin covid-19 akan diterima oleh semua orang yang sudah divaksinasi baik tahap pertama atau selesai tahap kedua. Peserta vaksinasi akan mendapat sertifikat melalui pesan singkat atau SMS usai divaksinasi. 
 
Sejumlah puskesmas dan rumah sakit juga memberikan sertifikat vaksin yang dicetak dalam selembar kertas. Sertifikat vaksin covid-19 menjadi prasyarat warga dapat melakukan perjalanan jauh selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sertifikat vaksin covid-19 sejatinya tak perlu dicetak dalam bentuk fisik. Sebab, kita telah diberi sertifikat vaksin dalam bentuk digital yang bisa ditunjukkan kepada petugas di lapangan. 
 
Baca: Praktis Dibawa, Begini Cara Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19 Seperti KTP
 
Syarat warga dapat melakukan perjalanan jauh ialah wajib menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Artinya, Anda dapat menunjukkan sertifikat secara digital tanpa perlu dicetak.
 

2. Versi digital mudah disimpan

Sertifikat vaksin covid-19 dapat diunduh melalui SMS yang diterima usai divaksin maupun dengan mengunduh lewat laman pedulilindungi.id. Sertifikat dapat disimpan di gadget masing-masing dalam bentuk gambar atau format dokumen pdf. 
 

3. Data rentan dicuri

Cetak sertifikat vaksin covid-19 lewat pihak yang tak dikenal rawan membuat Anda menjadi korban pencurian data pribadi. Sebab, sertifikat vaksin covid-19 tak cuma sertifikasi vaksin, tanggal pelaksanaan vaksin, dan kode QR.
 
Dalam sertifikat vaksin, ada data pribadi seperti nama, nomor induk kependudukan (NIK), dan tanggal lahir. Data tersebut dapat dengan mudah dimanfaatkan orang bertanggung jawab untuk beragam kejahatan.
 

4. Tak ada aturan harus dicetak

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pihaknya tidak mengatur ketentuan perlu tidaknya sertifikat vaksin covid-19 dicetak dalam bentuk fisik. Menurutnya, pemegang sertifikat vaksinasi bertanggungjawab secara pribadi atas keselamatan data-data pribadi dalam sertifikat vaksin. 
 
"Selama dipegang oleh yang bersangkutan, artinya ini sudah tanggung jawab masing-masing," ujar Nadia di Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021. 
 
Nadia mengimbau masyarakat yang ingin mencetak sertifikat vaksin harus memastikan penyedia jasa pencetakan dapat dipercaya. Sebaiknya, masyarakat melakukan pencetakan sertifikat vaksin secara pribadi. 
 
Baca: Bio Farma Jajaki Kontrak 120 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif