Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Ilham.
Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Ilham.

Presiden Ingin Penerapan PSBB Lebih Tegas

Nasional Virus Korona presiden jokowi virus corona
Kautsar Widya Prabowo • 01 April 2020 22:29
Jakarta: Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak sekadar membatasi aktivitas masyarakat. Pembatasan akan lebih tegas untuk memotong rantai penyebaran wabah korona (covid-19).
 
"Presiden (Joko Widdo) ingin pelaksanaan pembatasan sosial ini lebih tegas, lebih efektif, lebih terkoordinasi dan lebih disiplin," ujar Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.
 
Baca:Pemerintah Diminta Merilis Aturan Teknis PSBB

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, PSBB dipastikan menjadi kebijakan paling rasional dari beragam opsi yang sebelumnya ramai diperbicangkan. Seperti lockdown hingga darurat sipil.
 
"Ini menyangkut pertimbangan karakteristik bangsa ini. Dengan pulau, jumlah demografi, ini yang telah diambil oleh pemerintah dan gugus tugas," tuturnya.
 
Presiden Joko Widodo menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat menanggulangi penyebaran virus korona. Seiring dengan penetapan itu Jokowi menerapkan PSBB.
 
Hal ini diatur lewat Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. PPSB yang dimaksud yakni pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi covid-19 untuk mencegah penyebaran virus.
 
"Dengan persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan, Pemerintah Daerah dapat melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau pembatasan terhadap pergerakan orang dan barang," demikian isi Pasal 2 ayat 1 aturan itu dilansir dari Setneg.go.id, Rabu, 1 April 2020.
 
Pembatasan sosial berskala besar paling sedikit meliputi: peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Pembatasan tetap memperhatikan kebutuhan pelayanan kesehatan, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-hari.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif