Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Catat! Begini Alur Vaksinasi Covid-19

Nasional Virus Korona vaksinasi vaksin covid-19
Nur Azizah • 04 Januari 2021 12:04
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menentukan alur pelayanan vaksinasi covid-19. Skema ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
 
"Mekanisme/alur pelayanan ini berlaku di puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, maupun pos pelayanan vaksinasi di mana pun," bunyi Bab Aturan Pelayanan Vaksinasi yang dikutip Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021.
 
Pemberian vaksinasi terdiri dari empat alur. Pertama, petugas memanggil penerima vaksinasi ke meja satu sesuai dengan nomor urutan kedatangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 30 Ribu Vaksinator Dilibatkan untuk Vaksinasi 181,5 Juta Orang
 
Petugas akan memeriksa nomor tiket elektronik (e-ticket) dan/atau KTP untuk memverifikasi data sesuai dengan tanggal pelayanan vaksinasi yang telah ditentukan. Verifikasi data menggunakan aplikasi Primary Care (P-Care) versi vaksin covid-19 atau secara manual.
 
"Kedua, petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah," bunyi aturan tersebut.
 
Vaksinasi tidak diberikan pada orang yang memiliki riwayat penyakit covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun, dan pemilik beberapa penyakit penyerta. Data pemeriksaan tiap sasaran vaksinasi langsung diinput ke aplikasi P-Care oleh petugas.
 
Berdasarkan data yang dimasukkan, aplikasi akan mengeluarkan rekomendasi berupa sasaran layak divaksinasi, ditunda, atau tidak diberikan. Jika diputuskan vaksinasi harus ditunda, petugas menyampaikan kepada sasaran akan ada notifikasi ulang melalui short massage service (SMS) blast atau melalui aplikasi PeduliLindungi untuk meregistrasi ulang dan menentukan jadwal pengganti.
 
Penerima vaksin yang dinyatakan sehat diminta melanjutkan ke tahap selanjutnya. Petugas memberikan vaksin secara intramuskular sesuai prinsip penyuntikan aman. Petugas menuliskan nama penerima, NIK, nama vaksin, dan nomor batch vaksin pada sebuah memo. Memo lalu diberikan kepada sasaran untuk diserahkan kepada petugas di tahap selanjutnya.
 
Keempat, petugas memasukkan hasil vaksinasi, yaitu jenis vaksin dan nomor batch vaksin yang diterima masing-masing sasaran ke dalam aplikasi P-Care. Petugas memberikan kartu vaksinasi, manual dan/atau elektronik, serta penanda kepada sasaran yang telah mendapat vaksinasi.
 
Selanjutnya, petugas mencetak kartu vaksinasi elektronik melalui aplikasi P-Care Vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangi dan diberi stempel lalu diberikan kepada penerima sebagai bukti telah mengikuti vaksinasi. 
 
Presiden Joko Widodo sempat menyebut vaksinasi digelar pertengahan Januari 2021. Kelompok pertama yang akan menerima vaksin ialah 1,3 juta tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif