Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Peserta Keagamaan Tebet-Petamburan Diminta Tes Swab dan Isolasi Mandiri

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Ferdian Ananda, Media Indonesia.com • 23 November 2020 02:07
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan seperti di Tebet, Petamburan, dan Mega Mendung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ini penting dilakukan mengingat sejumlah warga yang ikut dalam kegiatan itu terkonfirmasi positif covid-19 usai menjalani tes usap.
 
"Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapa pun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 22 November 2020.
 
Kasus positif covid-19 tersebut meliputi 50 orang yang terlibat dalam kegiatan di Tebet dan 30 orang di Petamburan. "Dan di Mega Mendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan," kata Budi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi juga menganjurkan bagi siapa saja yang merasa memilki gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, serta kehilangan indera perasa agar segera menghubungi Puskesmas terdekat. Pemerintah telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.
 
"Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan," kata Budi.
 
Baca: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Diklaim Terus Menurun
 
Kemenkes menekankan kepada seluruh tokoh umat maupun pihak yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas tertentu agar lebih bijak. Terpenting memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.
 
Semua piha diminta tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang selama masa pandemi. Berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus covid-19 yang dapat berakibat fatal.
 
"Agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 agar pandemi segera dapat diatasi," tegas Budi.
 
Kemenkes terus berupaya melacak dan menelusuri kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi covid-19. Saat ini, Kemenkes dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah menerjunkan lebih dari 5.000 petugas untuk melakukan pelacakan kontak erat dan tersebar di 10 provinsi prioritas.
 
"Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan covid-19," tegas dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif