Ilustrasi pendidikan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pendidikan. Medcom.id/M Rizal

PGRI: Jangan Remehkan Intoleransi dan Radikalisme di Sekolah

Nasional pendidikan toleransi beragama radikalisme
Anggi Tondi Martaon • 24 Oktober 2020 14:14
Jakarta: Sikap intoleran dan radikalisme ditemukan di sejumlah lembaga pendidikan Indonesia, khususnya madrasah dan pesantren. Meski belum masif, tapi fenomena ini harus menjadi perhatian khusus.
 
"Itu suatu fenomena suatu fakta yang tidak bisa kita remehkan," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persatuan Guru Indonesia (PGRI) Jejen Musfah dalam diskusi Polemik Trijaya FM, Sabtu, 24 Agustus 2020.
 
Setidaknya ada beberapa penyebab sikap intoleran dan radikalisme mulai masuk ke instansi pendidikan Indonesia. Salah satunya, faktor didikan guru yang selalu berinteraksi dengan murid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahan bacaan siswa di lembaga pendidikan juga dapat menumbuhkan sikap intoleran di sekolah. Buku-buku yang mendorong sikap intoleran banyak ditemui di madrasah dan pesantren.
 
"Satu riset yang menunjukkan bahwa itu faktor teks," sebut dia.
 
Baca: Ma'ruf Minta Umat Islam Kembangkan Cara Berpikir Toleran
 
Pemerintah, menurut Jejen, merespons cepat temuan buku yang mengandung muatan intoleran. Salah satunya membentuk tim khusus yang menyisir buku bacaan lembaga pendidikan yang ada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
 
Paham intoleran di sekolah dan lembaga pendidikan harus diberantas karena berdampak buruk pada karakter siswa. Semangat pendidikan kewarganegaraan, agama, dan penanaman nilai Pancasila akan sulit diterima siswa.
 
"Padahal, pendidikan agama yang substansi pendidikan itu sendiri melahirkan generasi berkarakter. Itu tidak akan sampai," ujar dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif