Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

1,1 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, Distribusi Diminta Dievaluasi

Nasional PKB vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Muhaimin Iskandar vaksin kedaluwarsa
Anggi Tondi Martaon • 21 Januari 2022 05:09
Jakarta: Pemerintah diminta memelototi distribusi vaksin covid-19. Vaksin yang sudah kedaluwarsa tak boleh didistribusikan ke masyarakat.
 
“Yang sudah kedaluwarsa harus segera dibuang. Cek satu-satu petanya dan jumlahnya berapa di masing-masing daerah,” kata Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar melalui keterangan tertulis, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendorong masyarakat aktif menanyakan masa kedaluwarsa vaksin yang bakal disuntikkan. Sehingga, vaksin yang digunakan aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Masyarakat juga perlu proaktif ya, tanyakan dulu status vaksinnya sebelum disuntikkan. Jaga-jaga siapa tahu petugasnya tidak perhatikan,” ujar Muhaimin.
 
Dia juga mendesak Kemenkes segera mengevaluasi penyebab masih banyaknya vaksin yang belum digunakan. Pendistribusian vaksin harus ditingkatkan, terutama di luar Pulau Jawa.
 
“Jangan sampai ada ketimpangan dengan di luar Jawa. Ingat lho, masih banyak warga yang belum bisa vaksinasi dosis pertama dan kedua di luar Jawa,” sebut dia.
 
Muhaimin menilai vaksinasi booster bagus. Namun, praktiknya tidak boleh mengenyampingkan target vaksinasi primer atau dosis pertama dan kedua bagi 70 persen populasi penduduk Indonesia.
 
“Alih-alih ngurusi booster, malah banyak juga yang keteteran belum divaksin pertama dan kedua. Itu tidak bagus,” ujar dia
 
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membeberkan 1,1 juta dosis vaksin covid-19 kedaluwarsa. Mayoritas vaksin kedaluwarsa tersebut merupakan donasi gratis dari negara-negara maju.
 
“Vaksin yang expired (kedaluwarsa) sampai Desember (2021) ada 1,121 juta dosis. Dari jumlah itu, 1,1 juta yang expired adalah donasi gratis, 98 persen donasi gratis," kata Budi.
 
Baca: Pemerintah: Masyarakat Tak Perlu Pilih-pilih Merek Vaksin
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif