Semangatnya memerangi sampah bahkan tak terbentur batas negara. Metro TV
Semangatnya memerangi sampah bahkan tak terbentur batas negara. Metro TV

Kick Andy

Nina, Gadis Belia Pemrotes Negara yang Nyampah ke Indonesia

MetroTV • 21 Maret 2022 06:00
Jakarta: Aeshnina Azzahra Aqilani, 14, tidak  kenal lelah menyuarakan bahaya sampah terhadap lingkungan di sekolah. Semangatnya memerangi sampah bahkan tak terbentur batas negara.
 
Bukan tanpa sebab. Nina, sapaan Aeshnina, sampai hati mengirim surat protes kepada sejumlah negara yang mengirimkan sampah mereka ke Indonesia. Protes tersebut dilayangkan ke Amerika, Kanada, Jerman, hingga Australia. 

Dikenal dunia internasional

Siswa SMP Negeri 12 Gresik ini dikenal banyak orang setelah berani mengirimkan surat protes tersebut. Buah dari keberaniannya, Nina disorot media Jerman.
 
Pada Oktober 2021, Nina diundang sebagai pembicara termuda di Plastic Health Summit 2021 yang berlangsung di Amsterdam, Belanda. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Membahas mikro plastik bagi lingkungan dan juga manusia. Di sana bertemu peneliti-peneliti hebat. Mereka meneliti mikro plastik di darah, plasenta, di feses manusia,” ujar aktivis lingkungan Aeshnina Azzahra Aqilani dalam program Kick Andy, Minggu, 20 Maret 2022. 

Hingga ke COP-26

Tak berhenti di sana, Nina juga diundang untuk melakukan screening film dokumenter Girls for Future di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2021 di Inggris, atau yang lebih dikenal degan COP-26. Konferensi ini merupakan konferensi iklim terbesar dan terpenting di dunia. 
 
“Cerita filmnya tentang empat anak perempuan dari Indonesia, India, Afrika, dan Australia melawan krisis iklim. Jadi Nina ikut main filmnya dan mau screening film di COP-26,” kata Nina. 
 
Kepedulian Nina terhadap lingkungan tidak datang tiba-tiba. Ini didorong oleh kebiasaan orang tuanya yang juga aktivis lingkungan. Sejak kecil, Nina terbiasa mengikuti kampanye lingkungan.
 
Bahkan, ia mengaku sudah mengikuti unjuk rasa terkait lingkungan saat dirinya masih duduk di bangku TK. Bagi Nina, selama kesadaran akan lingkungan belum tercipta, ia tidak akan berhenti memperjuangkannya untuk Indonesia. (Fatha Annisa)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif