PKB Dorong Dana Desa untuk Padat Karya
Ketua Fraksi PKB di MPR, Jazilul Fawaid. Foto: Istimewa
Jakarta: Ketua Fraksi PKB di MPR, Jazilul Fawaid, mendorong dana desa yang digelontorkan pemerintah dimanfaatkan untuk kegiatan padat karya. Menurutnya, padat karya efektif untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat desa.

“Dana Desa ini adalah bagian program pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan desa dan juga pengentasan kemiskinan,” kata dia, melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Juni 2018.

Jazilul menjadi pembicara dalam Diseminasi Dana Desa di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Jawa Timur. Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan. Sebab, ia tidak ingin mendengar sampai ada kepala desa atau perangkatnya yang berurusan dengan pidana.


“Penggunaan dana desa harus tepat sasaran agar masyarakat penerimanya mengalami peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” kata dia.

Direktur Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kementrian Keuangan Lisbon Sirait mengatakan ada empat perubahan kebijakan dana desa tahun 2018. Pertama, memperbaiki alokasi dana desa dengan memberikan afirmasi kepada desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi. Lalu, meningkatkan pemanfaatan dana desa agar lebih fokus pada lima kegiatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas desa.

“Kemudian memperbaiki metode pemanfaatan dana desa dengan menggunakan skema padat karya tunai. Dan keempat, meningkatkan distribusi dengan mengubah penyaluran dari dua tahap menjadi tiga tahap,” katanya.

Baca: Dana Desa Tahap Pertama Sudah di Atas 97%

Sebelumnya, perhitungan dana desa 90 persen dibagi rata dan sisanya 10 persen menggunakan formula berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah. Mulai tahun ini, 77 persen dana desa dibagi rata. Sebanyak 20 persen dihitung menggunakan formula dan sisanya 3 persen khusus untuk daerah tertinggal.

“Dana desa yang dikucurkan dari 2015 sampai 2017 telah berkontribusi membangun 109,3 ribu kilometer jalan desa, 852,2 kilometer jembatan, 303.473 unit sambungan air bersih, dan lain sebagainya,“ kata Lisbon.

Selain itu, kata dia, desa yang digabung dengan alokasi dana desa, program Keluarga Harapan, dan program Beras Sejahtera telah menurunkan rasio gini perdesaan dari 0,34 di tahun 2014 menjadi 0,32 di tahun 2017.

Lisbon juga mengklaim program dana desa sukses menurunkan jumlah penduduk miskin perdesaan dari 17,37 juta jiwa di tahun 2014 menjadi 16,31 juta jiwa di tahun 2017. "Bahkan, persentase penduduk miskin turun dari 14,2 persen di tahun 2014 menjadi 13,5 persen di tahun 2017," katanya.





(UWA)