Ilustrasi (Foto: MI/Mohammad Irfan)
Ilustrasi (Foto: MI/Mohammad Irfan)

"Ini Betul-Betul Pencurian Suara"

Nasional pilpres 2014 kecurangan pemilu
Dheri Agriesta • 17 Juli 2014 02:58
medcom.id Jakarta: Sejumlah relawan pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) mencium adanya pelanggaran dalam perhitungan suara Pilpres. Bahkan relawan Jokowi-JK mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dilakukan dengan cara kasar.
 
"Ini betul-betul pencurian suara, bahkan merampok lebih tepatnya", ujar Sekjen Kawan Jokowi Ivanhoe Semen, di Seknas Jokowi, Jalan Sisingamaraja, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (16/7/2014).
 
Ivan mengatakan di NTT, Sikka, Alok Barat, Hewuli pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) satu pada formulir C1 perolehan suara untuk Prabowo-Hatta adalah 26 suara, sedangkan Jokowi-JK 423 suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan pada TPS dua, perolehan suara Prabowo-Hatta adalah 27 suara dan Jokowi-JK adalah 360 suara, sehingga total perolehan masing-masing di dua TPS tersebut adalah 53 suara untuk Prabowo-Hatta dan 783 suara untuk Jokowi-JK, jika digabungkan suara keduanya berjumlah 836 suara.
 
Namun ketika pada pengisian formulir DA1, perolehan suara yang dimiliki oleh pasangan Jokowi-JK justru hilang. "Seluruh suara ditelan oleh Prabowo-Hatta, baik suara mereka sendiri (53), dan Jokowi-JK (783), menjadi 836 untuk Prabowo-Hatta sendiri", jelasnya.
 
Sedangkan Chaerany Putri dari Gerak Cepat Jokowi-JK yang memfokuskan relawan mereka di daerah DKI Jakarta mengatakan, pelanggaran yang ditemukan oleh relawan mereka tidak hanya dalam bentuk manipulasi angka. "juga ada intimidasi terhadap para saksi", ujarnya.
 
Chaerany juga menambahkan pihaknya pada tanggal 9 Juli lalu menempatkan para relawan pada TPS di Jakarta, para relawan tersebut melakukan pencatatan setiap perolehan suara yang diperoleh oleh kedua pasangan calon di TPS. Namun pada tingkat kelurahan dan kecamatan ada perbedaan angka dengan yang diperoleh oleh kedua pasangan di TPS. "Kami miliki data, ada suara yang berkurang dari tingkat TPS ke kecamatan dan kelurahan", jelas Chaerany.
 
Selain itu para relawan Jokowi-JK juga nengatakan bahwa mereka tidak hanya memiliki bukti berupa formulir C1, tetapi juga bukti berupa video dan suara. Namun bukti ini masih harus diperiksa kembali oleh para relawan agar nanti tidak terjadi kekeliruan.
 

 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif