Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Bencana Sulteng Diprioritaskan
Situasi pengungsian korban gempa Sulteng/MI/Ramdani
Palu: Pemerintah melalui Kementerian Sosial berupaya memenuhi segala kebutuhan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah penanganan dilakukan seiring diperpanjangnya masa tanggap darurat di wilayah terdampak.

"Pertama pemenuhan kebutuhan dasar hingga menjangkau seluruh korban," ujar Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat seperti dilansir Antara, Jumat, 12 Oktober 2018.

Kebutuhan dasar mencakup makanan dan tenda. Masyarakat membutuhkan tempat berlindung sebelum  hunian mereka dibangun.


Kebutuhan makan pengungsi diberikan di 14 titik dapur umum lapangan. Sebanyak 9 dapur umum di Kota Palu, 3 di Kabupaten Sigi, dan 2 di Kabupaten Donggala.

Baca: Tanggap Darurat Bencana Sulteng Diperpanjang 14 Hari

Dapur umum tersebar di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Jalan Muh. Yamin. Dapur umum juga tersedia di rumah dinas Gubernur Sulteng, Lapangan Wali Kota Palu, Kawatuna dan Petobo di Jalan Bulu Masomba.

Ada pula di Kompleks Perumnas Bala Roa, Dinas Kesehatan Kota Palu Jalan Kartini, Kel. Siranindi Palu Barat, Universitas Muhammadiyah Kota Palu, Dinas PUPR dan Bina Marga.S edangkan tiga titik dapur umum di Kabupaten Sigi ada di Desa Loru, Desa Ngata Baru, dan Desa Panau. Di Kabupaten Donggala dapur umum terdapat di Kantor Dinas Sosial dan Desa Sindue.

"Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat maka dalam sepekan ke depan kami akan memberikan pendampingan kepada warga untuk mendirikan dapur umum mandiri," jelas Harry.

Kemensos telah mendirikan 18 dapur umum sehari setelah bencana menerpa Sulteng. Seiring waktu, dapur umum di Kota Palu dialihkan menjadi dapur umum mandiri yang dikelola masyarakat.

Sedangkan luruh dapur umum lapangan dikelola Dinsos dan taruna siaga bencana (Tagana). Sebanyak 593 personel itu dikerahkan untuk distribusi logistik, mengelola dapur umum, dan mendata korban. Pekerjaan semakin ringan karena warga di pengungsian sukarela membantu petugas.

Baca: Sekjen PBB Puji Penanganan Bencana Sulteng dan Lombok

Kemensos juga bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) untuk mendistribusikan bantuan ke kantor Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Dinas
Sosial Kabupaten Donggala, dan Dinas Sosial Kota Palu. "Dukungan WFP berupa alat transportasi truk sebanyak tiga unit dan akan bertambah seiring kebutuhan Kemensos" jelas Harry.

WFP juga mengerahkan 7 truk pembawa logistik. Mereka berkoordinasi dengan Dinsos Sulteng untuk pendistribusian ke Palu dan sekitarnya.

Harry sudah bertemu Kepala Perwakilan dan Direktur WFP Anthea Webb. Menurut Harry, WFP siap membantu alat transportasi sesuai kebutuhan.

Harry menjelaskan pemerintah juga memprioritaskan perlindungan kelompok rentan, yakni anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang diasibilitas. Di sisi lain, dukungan psikososial juga terus diberikan.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id