Rapat Teknis Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK. Medcom.id/ Marcheilla Ariesta
Rapat Teknis Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK. Medcom.id/ Marcheilla Ariesta

Jumlah Karhutla Menurun, Kualitas Air dan Kehidupan Meningkat

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Marcheilla Ariesta • 27 Februari 2019 05:19
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia semakin berkurang. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim sejak 2015 hingga 2018, sebanyak 3,12 juta hektar lahan gambut sudah dibasahi dan dalam pemulihan.
 
"Pada 2015 hingga 2018 capaian 3,12 juta hektar sudah dibasahi lahan gambut. Kita harapkan karhutla bisa menurun, dengan demikian beban lingkungan yang kita selesaikan berkurang sedikit demi sedikit," ucap Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dalam Rapat Teknis Ditjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.
 
Bambang menyatakan, dengan perbaikan kerusakan lingkungan ini maka kualitas air dan udara turut terpenuhi. Dia menuturkan pihaknya di KLHK akan terus melakukan perbaikan hutan hingga tercapai target 300 kesatuan hidrologis gambut (KHG) inventarisasi karakteristik dan fungsi ekosistem gambut pada 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KLHK, kata Bambang, dengan mengembalikan gambut basah, juga memberikan kembali perikehidupan. Dalam hal ini, Bambang menuturkan, anak-anak dapat kembali mandi di sungai, warga juga dapat memancing di sana.
 
"Kita kembalikan, kita pulihkan ekosistem gambut," tuturnya.
 
Sementara itu, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK M.R. Karliansyah menyebutkan salah satu arah kebijakan KLHK 2020-2024 adalah pemulihan gambut hingga 40 persen. Dia menambahkan, KLHK ingin agar masyarakat juga aktif dan terbuka untuk menanggulangani permasalahan lingkungan.
 
Tak hanya kepada masyarakat, Karliansyah menuturkan telah memberikan sosialisasi dan penegakkan hukum kepada perusahaan. "Hukum ini harus membuat pelaku perusakan hutan jera, sehingga semakin menurun karhutla di negeri kita," imbuhnya.
 
Jumlah luasan terbakar dari 2,6 juta hektare pada 2015 turun drastis menjadi 510.564 hektare pada 2018. Jumlah titik api dari 70.971 pada 2015 pun turun jadi 9.245.
 
Dari data KLHK, ada delapan provinsi yang sudah mendapat pemulihan ekosistem gambut pada 2016 hingga 2018. Delapan provinsi tersebut adalah Aceh, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif