Massa FPI di depan Kantor Pengadilan Negeri Bandung untuk mengawal sidang putusan praperadilan SP23 kasus Rizieq Shihab, Selasa, 23 Oktober 2018. (Foto: Medcom.id/Aditya)
Massa FPI di depan Kantor Pengadilan Negeri Bandung untuk mengawal sidang putusan praperadilan SP23 kasus Rizieq Shihab, Selasa, 23 Oktober 2018. (Foto: Medcom.id/Aditya)

Perpanjangan Izin FPI Disebut Tak Otomatis Dikabulkan

Nasional ormas
M Sholahadhin Azhar • 09 Mei 2019 08:44
Jakarta: Front Pembela Islam (FPI) dipastikan harus memenuhi serangkaian syarat untuk memperpanjang izin organisasi masyarakat. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo akan memastikan hal tersebut.
 
"Untuk perpanjangan izin, harus memenuhi beberapa syarat yang diatur oleh UU Ormas. Makanya, nanti kita lihat bagaimana hasil verifikasi terhadap persyaratan tersebut," kata Soedarmo saat dihubungi, Rabu, 8 Mei 2019.
 
Menurutnya, saat ini FPI belum melakukan perpanjangan izin terkait kepengurusan ormas mereka. Soedarmo mengimbau pentolan organisasi tersebut segera mengurus, sebab izin FPI akan berakhir 20 Juni nanti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpisah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pihaknya terbuka atas perpanjangan izin ormas. Pemerintah tak akan menghalangi masyarakat untuk berserikat dan berkumpul.
 
"Sepanjang berormas, berpartai itu mengikuti aturan-aturan negara, menerima Pancasila, UUD 1945, kebinekaan, enggak ada masalah," kata Tjahjo.
 
Baca juga: Mendagri Pertimbangkan Petisi 'Stop Ijin FPI'
 
Lebih lanjut ia merespons petisi daring diChange.orgyang tak ingin izin FPI dilanjutkan. Tjahjo menyebut pihaknya tak mengabaikan aspirasi publik itu.
 
"Sebagai salah satu bahan (pertimbangan) saja," ujar Tjahjo.
 
Artinya, bahasan di petisi tentang FPI yang disebut radikal, mendukung kekerasan dan mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), juga ikut ditelaah. Tjahjo menegaskan suatu ormas harus menaati aspek-aspek hukum yang berlaku.
 
"Kalau nanti toh ada evaluasi, apapun aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan," kata Tjahjo.
 
Pun demikian, ia menyebut aspirasi itu tidak otomatis harus dituruti. Mengingat perlu kajian mendalam terkait tudingan-tudingan tersebut. Tjahjo pribadi tak menganggap FPI bermasalah dari sisi ideologi.
 
Seorang dengan akun 'Ira Bisyir' membuat petisi agar perpanjangan izin FPI tak disetujui. Alasannya, FPI dianggap organisasi radikal yang mendukung kekerasan dan pro terhadap organisasi yang telah dibubarkan, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hingga pukul 24.09, petisi tersebut ditandatangani oleh 225.000 orang.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif