Lion Air Antar Jenazah Jannatun ke Surabaya
Lion Air JT610 jenis 737 Max-8. (FOTO: dok Lion Air)
Jakarta: Maskapai Lion Air Grup mengantar kepulangan jenazah Jannatun Shintya Dewi,  korban jatuhnya pesawat kode penerbangan JT-610. Perjalanan dilakukan melalui jalur penerbangan Surabaya. 

"Jenazah akan diterbangkan menuju Surabaya pada Kamis 1 November pukul 05.15 WIB," ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan resmi, Rabu, 31 Oktober 2018 malam. 

Kepastian pemulangan jenazah ini setelah tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) berhasil mengidentifikasi korban. Hasil tes forensik dan ante-mortem cocok dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI Polri.


Pihak Lion Air pun secara resmi menyerahkan jenazah Jannatun kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS Polri). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto.

(Baca: Korban Pertama yang Teridentifikasi Dipulangkan Hari Ini)

 "Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan almarhumah Jannatun Shintya Dewi," ujarnya.

Danang memastikan pihaknya bakal mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga korban termasuk santunan. Lion Air memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp5.000.000, uang kedukaan Rp25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011.

"Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga pada setiap posko JT-610," tuturnya. 

Jannatun merupakan anak sulung dari pasangan suami istri Bambang Supriadi dan Surtiyem. Ia merupakan staf analis kegiatan usaha hilir minyak bumi dan gas di Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Lion Air JT610 rute Jakarta-Tanjung Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat mengangkut total 189 orang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot dan enam flight attendant (FA).

Hingga kini proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sementara di Posko JICT sejumlah barang dan serpihan pesawat dikumpulkan guna diidentifikasi lebih lanjut.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id