Mendes Sebut Jokowi Komitmen Dalam Pembangunan Desa
Menteri Eko di Gedung Makarti Muktitama, Kalibata - Medcom.id/Siti Yona Hukmana,
Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sanjoyo mengatakan pada 2015 masih ada 20 ribu desa tertinggal, 27 juta orang miskin di desa-desa dan 37 persen anak-anak yang berpotensi stanting. Namun, angka itu turun larena komitmen Jokowi dalam mensejahterakan masyarakat desa.

"Karenanya, keberanian politik dari Presiden Jokowi ini patut kita hargai. Beliau waktu itu memimpin dalam keadaan negara reses. Tahun 2014 ekonomi kita turun dari 6 persen menjadi 4,8 persen. Keuangan negara kita juga ketat sekali. Tapi, beliau komitmen berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 mengalokasikan dana desa yang besarnya 20,67 triliun," kata Eko di Gedung Makarti Muktitama, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juni 2018.

Menurut Eko, program pemberian dana kepada desa untuk pembangunan itu merupakan program pertama di Indonesia maupun di dunia. Negara memberikan kepercayaan kepada desa bukan hanya untuk menjalankan administrasi pemerintahan saja, tapi juga untuk mengelola anggaran dan ekonomi desanya.


"Komitmen itu terlihat dari dana desa di tahun 2015 yang dinaikkan dua kali lipat menjadi 46,98 triliun rupiah," ujarnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyatakan meski dana dinaikkan dua kali lipat dan jumlah penduduk desa bertambah, tapi penyerapan dana desa di 2016 naik menjadi 97 persen lebih. Selain itu, pada 2017 dana desa dinaikkan lagi oleh Jokowi menjadi 60 triliun. Dan penyerapannya juga naik menjadi hampir 98 persen. 

"Kenaikkan dari penyerapan dana desa ini membuktikan  bahwa tata kelola dari pengelolaan dana desa itu lebih baik. Karena dana desa itu dikucurkan secara bertahap," ucap Eko.

Eko mengatakan atas komitmen Jokowi selama tiga tahun itulah dana desa mampu membangun infrastruktur desa. "Desa bahkan mendapatkan muri dalam pencapaian pembangunan infrastrukutur, karena mampu membagun jalan desa lebih dari 121 ribu kilometer jalan," ujarnya.

Selain membangun jalan, kata Eko dana desa juga sudah mampu membuat 900 kilometer jembatan, ratusan ribu MCK, PAUD, Pondok Bersalin Desa (Polindes),sarana air bersih, pasar dan turap penahan tanah longsor. 

"Pembangunan infrasturktur ini bisa membuat kesejahteraan masyarakat desa dan juga menurunkan stanting di Indonesia," ucapnya. 

Menurutnya, dalam tiga tahun ini stanting di Indonesia telah turun dari 37 persen menjadi 27 persen. Namun, ia mengakui angka 27 persen masih sangat tinggi. Maka itu ia mengharapkan angka stanting bisa lebih turun lagi. 

"Stanting itu bukan saja menyebabkan anak tidak bisa tumbuh tinggi, tapi juga kecerdasan otak anak terganggu. Sehingga mereka tidak bisa sekolah lebih dari kelas 6 SD," tandasnya.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id