PBNU Gelar Halal Bihalal untuk Jaga Kesatuan Bangsa

Damar Iradat 04 Juli 2018 00:39 WIB
pbnu
PBNU Gelar Halal Bihalal untuk Jaga Kesatuan Bangsa
Halal bihalal dan tasyakuran hari lahir Ketua Umum Said Aqil Siradj ke-65 tahun - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara halal bihalal dan tasyakuran hari lahir Ketua Umum Said Aqil Siradj ke-65 tahun. Acara halal bihalal ini dinilai sebagai perekat hubungan antar tokoh dan masyarakat Indonesia.

Sekjen PBNU Helmi Faisal mengatakan acara halal bihalal yang diselenggarakan PBNU merupakan tradisi turun temurun yang digagas oleh Kiai Wahab Hasbullah. Awalnya, kata dia Kiai Wahab memang sempat diminta oleh Presiden Soekarno saat itu untuk mengatasi konflik elite politik tahun 1948. 

"Acara ini dulu yang mengawali adalah Kiai Wahab. Tahun 1948, beliau diminta Bung Karno mengatasi keadaan yang para elitnya sedang konflik. Dengan halal bihalal itu melahirkan persatuan dan kesatuan nasional," tuturnya di Kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Juli 2018.


Untuk itu, warisan itu harus terus digelorakan. Hal ini juga untuk menjaga kebijaksanaan yang telah dimiliki bangsa Indonesia. 

Dalam kesempatan itu, Helmi mewakili PBNU mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. Apalagi menghadapi tahun-tahun politik.

"Dan selebihnya kita berharap, memasuki Pilpres mari bersama-sama kita terus pertahankan menjaga demokrasi kita. Karena demokrasi tak sekadar membutuhkan kerelaan hati kita menerima perbedaan pendapat dan pemikiran, tapi demokrasi juga butuh kesabaran dan cinta kasih bersama," ungkapnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang turut hadir dalam acara itu sempat berkelakar soal nasi kuning yang menjadi tanda syukuran hari ulang tahun Said Aqil. Ia menyinggung warna kuning sebagai warna partainya, Partai Golkar yang turut hadir dalam acara PBNU yang identik dengan warna hijau.

"Pertama, saya ingin menyampaikan selamat milad ke Pak Kiai Said. Tapi, apapun acaranya, siapapun yang buat acaranya, nasinya tetap kuning. Enggak ada nasi hijau ya," kelakar JK yang disambut tawa oleh para tamu yang hadir.

Dalam sambutannya, JK secara garis besar membahas soal pelaksanaan ibadah puasa pada bulan Ramadhan di Indonesia. Menurut JK, pelaksanaan ibadah Ramadhan di Indonesia relatif aman. Hal tersebut, kata dia, juga diapresiasi oleh sejumlah pihak, termasuk duta besar negara-negara sahabat.

Dalam acara ini, turut hadir sejumlah menteri jajaran kabinet kerja seperti Menteri Sosial RI Idrus Marham, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil.

Kemudian, Mantan Menteri Pendidikan RI Muhammad Nuh, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Tampak pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan OKI Alwi Shihab, serta Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, dan Ketum PPP Romahurmuziy. Selain itu, Duta Besar Inggris untuk RI, Moazzam Malik juga turut hadir dalam acara tersebut.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id