Komplotan Maling Beraksi dengan Pemotong Gembok Jumbo

Siti Yona Hukmana 13 Juli 2018 18:07 WIB
pencurian
Komplotan Maling Beraksi dengan Pemotong Gembok Jumbo
Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono memperlihatkan barang bukti pemotong gembok jumbo. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Empat maling kedapatan mencuri dengan pemotong gembok berukuran raksasa. Alat itu digunakan untuk membobol pertokoan yang menjadi target mereka.

Aksi komplotan maling ini telah dihentikan Polda Metro Jaya. Mereka diringkus dalam operasi cipta kondisi dari 3 hingga 12 Juli 2018.

Pemotong gembok jumbo milik pelaku dipertontonkan Polda Metro Jaya pada konferensi pers hari ini. Alat itu menjadi barang bukti yang paling menonjol. 


Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pemotong gembok ini sangat besar dan berat. Menurut dia, dalam sekali jepit, gembok bisa langsung putus. 

"Ini barang bukti yang paling besar," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018.

Iptu Dicky, polisi yang membawa pelaku, menerangkan alat ini biasa digunakan untuk membongkar toko. Alat itu pun dapat merusak gembok dalam hitungan detik. 

"Ini (untuk) bongkar toko," beber Dicky..

Baca: Polisi Gelar Operasi Cipta Kondisi untuk Amankan Asian Games

Sementara itu, operasi cipta kondisi digelar Polda Metro Jaya menjelang Asian Games 2018. Ada 643 kasus yang ditangani Polda Metro Jaya. 

Sebanyak 1.872 terduga penjahat diringkus polisi. Ada 320 orang yang terbukti melakukan tindak pidana dan ditahan. Sementara itu, 1.552 orang hanya dibina karena tidak terbukti.

"Dari tersangka 320 ini, yang kita lakukan tindakan tegas dan terukur ada 53 orang. Sebab, dia melawan petugas dan membahayakan korban," pungkasnya.

Argo menambahkan 11 orang tewas didor. Sementara itu, 42 pelaku cedera dengan luka tembak di kaki.




(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id