Penyalahgunaan Narkoba Diklaim Menurun
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko. Foto: MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Prevalensi penyalahgunaan narkoba diklaim menurun dalam empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hingga 2017, prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,77 persen.
 
"Prevalensi penyalahgunaan narkoba trennya memang menurun, yang tadinya 2,18 persen, sekarang 1,77 persen," kata Kepala Badan Narkotika Nasional, Heru Winarko di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
Meski turun, Heru mengaku belum puas. Dia menilai prevalensi itu menunjukkan tingkat penyalahgunaan narkoba masih diambang kritis."Karena itu, kita perlu mengoptimalkan penanganan narkoba ini," ujarnya.
 
Dia mengungkapkan, saat ini ada sekitar 3 juta lebih penyalahguna narkoba. Penyalahguna ini terdiri dari tiga kelas, coba pakai, pemakai rutin dan pecandu. "Coba pakai itu paling banyak, sebanyak 57 persen," jelas dia.

Baca: Jokowi: Indonesia Darurat Narkoba

Heru menyebut narkoba merusak masa depan Bansa dan memakan banyak korban jiwa. Dalam satu hari, lebih dari 30 orang meninggal akibat mengonsumsi obat terlarang tersebut.
 
Menurut dia, fenomena ini tak banyak yang tahu. Sebab pemakai membeli dan mengonsumsinya sendiri. Alhasil, tak ada yang tahu ketika pemakai itu meninggal dunia. "Jadi tidak bisa dimonitor," ucap dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id