Imam Hartawan dan Ronald Hutasoit (ki-ka). Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Imam Hartawan dan Ronald Hutasoit (ki-ka). Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Inkindo Tekan Konsultan Nakal

Nasional infrastruktur
Husen Miftahudin • 13 Februari 2019 03:38
Jakarta:Geliat pembangunan infrastruktur membuat perusahaan jasa konsultansi pengadaan barang dan jasa tumbuh subur. Namun, hal ini tak diimbangi dengan ketaatan aturan. Alih-alih merebut konsumen, aturan hukum justru tergadaikan.
 
"Ketersediaan proyek dalam jumlah yang besar membuat banyak perusahaan-perusahaan jasa konsultansi yang beroperasi. Karena regulasi kita yang makin kuat, akhirnya di situ ada kompetisi yang mungkin menjadi tidak sehat," kataKetua DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta, Imam Hartawan di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
 
Ia mengakui dunia usaha jasa konsultansi rentan tehadap risiko hukum. Perusahaan jasa konsultansi acap kena semprit terhadap proses kegiatan pengadaan barang dan jasa, permasalahan kontrak, serta hasil kerja yang dianggap kurang memenuhi standar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih, lanjut dia, banyak hal-hal yang masih diperdebatkan dalam beroperasinya perusahaan jasa konsultansi di Tanah Air. Misal, perdebatan soal keterbatasan tenaga ahli konsultansi.
 
"Kemudian, regulasi tentang keharusan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA), tapi SKA itu dikeluarkan terbatas. Kontrak lump sum ini yang masih ada perdebatan," beber dia.
 
Wakil Ketua Bidang Pranata Usaha DPP Inkindo DKI Jakarta, Ronald S. Hutasoit menyebut pihaknya gencar memberikan edukasi kepada anggota. Mereka perlu secara konsisten menjalankan praktik usaha yang sesuai aturan.
 
Hal tersebut sebagai upaya Inkindo untuk mencegah dunia usaha jasa konsultansi terjerat praktik korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi.
 
"Kita berharap semua anggota kita terhindar dari risiko-risiko hukum yang akan menjerat mereka," tandas Ronald.
 
Berdasarkan data yang dihimpun dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), pada periode 2018 jumlah konsultan tercatat sebanyak 8.210, tumbuh signifikan dibandingkan dengan posisi 2015 yang hanya sebanyak 6.390 konsultan.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif