Basarnas Kebut Pencarian Korban Lion Air JT610

Sonya Michaella, Fachri Audhia Hafiez 29 Oktober 2018 19:49 WIB
Lion Air Jatuh
Basarnas Kebut Pencarian Korban Lion Air JT610
Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jenderal Marinir Bambang Suryo Aji. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Direktur Operasi Basarnas Brigadir Jenderal Marinir Bambang Suryo Aji mengatakan pencarian korban dan badan pesawat Lion Air JT610 bakal dikebut. Dia bilang tim akan bekerja 24 jam.

"Selama 24 jam kita prioritaskan dengan menggunakan peralatan seperti KRI (KRI Rigel-933) itu memungkinkan. Semoga alat dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga cepat bergabung," kata Bambang di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 29 Oktober 2018.

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) telah mengirimkan KRI Rigel-933 ke perairan Tanjung Karawang. KRI Rigel-933 diperkuat semacam robot penyelam berjuluk Remotely Operated Vehicle (ROV).


"Memang pemetaan dan sebagainya peralatannya di KRI Rigel lebih lengkap," ucap Bambang.

Pihaknya kini juga telah menambah tim penyelam lebih dari 50 personel. "Keseluruhan penyelam sekitar 50 sampai 60 orang dibantu TNI-Polri," ucap Bambang.

Secara terpisah Humas dan Protokoler Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor menambahkan penyelaman dilanjutkan esok hari.

"Penyelaman kita tunda karena penglihatan sudah tidak memungkinkan makanya dilanjutkan besok pagi pukul enam,” kata Joshua pada Medcom.id.

Hingga pukul 19.00 WIB enam kantong jasad korban telah dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok JICT 2 dan telah tiba di RS Polri. Selain itu terdapat serpihan dari pesewat Lion Air JT 610. Temuan-temuan tersebut dibawa menggunakan dua kapal Rigid Inflatable Boat RIB Basarnas.

“Jenazah-jenazah itu enggak satu utuh ya. Tapi bagian-bagian tubuh,” ujar Joshua lagi.

Sebagai informasi Lion Air JT610 rute Jakarta-Tanjung Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang. Saat kejadian pesawat mengangkut total 189 orang. Sebanyak 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot dan enam pramugari. 



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id