Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Hasil Pengujian BPOM Menyatakan Vaksin Covid-19 Aman

Nasional Virus Korona bpom vaksinasi vaksin covid-19
Nur Azizah • 05 Januari 2021 16:25
Jakarta: Hasil pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan vaksin covid-19 aman. Data kajian BPOM diharap menepis keraguan masyarakat dalam menerima vaksin.
 
"Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan berkaitan dengan penggunaan vaksin ini," kata juru bicara vaksinasi covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia dalam diskusi virtual, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Menurut dia, hasil uji imunogenitas memperlihatkan tingkat pembentukan antibodi dari vaksin. Saat ini, BPOM masih menunggu sejumlah data uji klinis lainnya. 
 
Baca: 15 Juta Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia Pekan Depan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lucia menyebut untuk menggelar vaksinasi nasional, BPOM tak hanya menggunakan data penelitian dari Tanah Air. BPOM memakai data hasil uji klinis dari Brasil dan Turki untuk mempercepat vaksinasi. 
 
"Syaratnya (data dipakai), protokol uji klinis negara lain sama dengan Indonesia," kata dia. 
 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Muti Arintawati belum dapat menegaskan soal kehalalan dari vaksin produksi Sinovac, Tiongkok. LPPOM MUI masih mengumpulkan data.
 
"Kesimpulan halal tidaknya juga tidak ada di LPPOM, tetapi di Komisi Fatwa (MUI)," ujar Muti. 
 
Di sisi lain, Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) memperbolehkan penggunaan vaksin Sinovac, meski belum mengetahui kandungan bahan pokok pembuatannya. LBM PBNU sepakat dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin yang mengutamakan kondisi kedaruratan.
 
"Statement Kiai Wapres menjadi pertimbangan kami untuk tidak melanjutkan pembahasan halal-haramnya," kata Sekretaris LBM PBNU Sarmidi Husna.
 
Sarmidi berpandangan covid-19 sudah mengancam kehidupan masyarakat. Per Senin, 4 Januari 2021, ada 772.103 kasus covid-19 di Indonesia dengan 22.911 korban meninggal atau tiga persen. Vaksin tidak berlabel halal dianggap dapat digunakan umat Islam. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif