Ilustrasi hujan. Medcom.id
Ilustrasi hujan. Medcom.id

Hujan Lebat Diprediksi Terjadi Tiga Hari ke Depan

Nasional hujan prakiraan cuaca
Cindy • 28 September 2020 08:36
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang bakal terjadi di sejumlah wilayah. Hujan bakal bertahan tiga hari ke depan.
 
"Khusus untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) konsentrasi hujan intensitas sedang-lebat masih cukup potensial di wilayah Bogor terutama pada siang atau sore hari," ucap Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dalam keterangan tertulis, Senin, 28 September 2020.
 
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta relatif menurun dua hari ke depan. Kondisi ini juga terjadi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua. Guswanto menuturkan aktivitas gelombang atmosfer ini dinamai Rossby Ekuatorial dan Madden Jullian Oscillation.
 
"Hal ini memberikan kontribusi pada peningkatan massa udara basah yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan dalam beberapa hari ke depan," papar dia.

Kondisi tersebut diperkuat dengan anomali hangat suhu muka laut di perairan Indonesia, terbentuknya daerah perlambatan, dan pertemuan angin yang memanjang di Pesisir Barat Sumatra, Selat Karimata, sebagian Pulau Jawa, Selat Makassar, dan Laut Banda. Kondisi ini juga didukung atmosfer hangat dan lembab di sebagian besar wilayah Indonesia.
 
BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat atau petir, hingga hujan es. Termasuk dampak yang dapat ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
 
"Kondisi tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan dinamika atmosfer di Indonesia, BMKG tetap terus memonitor dan melakukan update perkembangannya," ujar Guswanto.
 
(REN)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif