Ilustrasi cuaca panas. Medcom.id
Ilustrasi cuaca panas. Medcom.id

BNPB: Juli 2019 Tahun Terpanas dalam Sejarah

Nasional pemanasan global bnpb
Fachri Audhia Hafiez • 13 Oktober 2019 06:03
Pangkalpinang: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menyebutkan periode Juli 2019 merupakan bulan terpanas dalam sejarah selama 100 tahun terakhir. Fenomena tersebut dipengaruhi pemanasan global.
 
"Musim kemarau Juli tahun ini merupakan bulan terpanas sepanjang sejarah, ini artinya kita memasuki perubahan iklim yang cukup ekstrim," kata Doni Monardo di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, seperti dilansir Antara, Minggu, 13 Oktober 2019.
 
Doni menjelaskan, salah satu upaya untuk mengurangi panasnya temperatur bumi ini adalah dengan menjaganya dengan vegetasi dan menanam berbagai tanaman. Ia mendorong agar semua instansi pemerintah daerah dan elemen masyarakat menanam berbagai tanaman endemik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya, penanaman tanaman endemik di Pulau Bangka dan Belitung di lahan-lahan kritis dapat mengurangi pemanasan global di negeri laskar pelangi ini. "Pulau Bangka dan Belitung memiliki keindahan alam eskotik dan tempat yang sangat menarik, bahkan Belitung menjadi populer karena flim laskar pelangi," ujar Doni.
 
Dia meminta agar seluruh elemen masyarakat menjaga keindahan alam dengan tidak membakar hutan dan lahan serta melakukan penebangan liar yang merusak lingkungan. Pasalnya kedepan wisatawan berwisata untuk menikmati keindahan alam.
 
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga flora dan fauna, agar kelestarian alam ini terjaga dengan baik.
 
"Ini butuh komitmen kita bersama dan tidak bisa pemerintah bekerja sendiri untuk menjaga alam ini. Butuh dunia industri, usaha, pemeritah, relawan, budayawan, pemuka agama dan media massa untuk menjaga alam ini," ucap Doni.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif