irektur Wahid Institute Yenny Wahid. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
irektur Wahid Institute Yenny Wahid. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Indonesia Harus Tegas di Konferensi Perubahan Iklim

Nasional lingkungan hidup perubahan iklim
Theofilus Ifan Sucipto • 10 Desember 2019 04:00
Madrid: Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid meminta Indonesia tegas memperjuangkan negosiasi perubahan iklim di Konferensi Perubahan Iklim ke-25 (COP25). Yenny menilai Indonesia memiliki sejumlah nilai lebih dibanding negara lain.
 
"Indonesia memiliki peran strategis karena kita merupakan salah satu paru-paru dunia," kata Yenny di Gedung Ifema Madrid, Spanyol, Senin 9 Desember 2019.
 
Yenny menilai hal itu membuat nilai tawar Indonesia semakin tinggi. Indonesia, kata dia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) perlu memanfaatkan kelebihan itu dengan maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putri Presiden keempat Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu menambahkan, Indonesia memiliki hal yang jarang dimiliki negara lain. Hal tersebut, kata dia, sinergi pemerintah dan masyarakat sipil.
 
"Negara lain tidak ada seperti ini. Ini kekuatan kita dan harus tunjukkan sebagai contoh yang bisa diambil semua negara," tegas Yenny.
 
Dia menambahkan, Indonesia harus percaya diri dan agresif saat bernegosiasi. Yenny bilang, orang Indonesia cenderung pemalu dan tidak suka menonjolkan diri.
 
Padahal, kata Yenny, kualitas manusia Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Namun, orang Indonesia relatif rendah hati dan tidak sombong.
 
"Dalam negosiasi internasional kita harus hilangkan perasaan itu dan agresif menegosiasikan kepentingan kita," pungkasnya.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif