Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani

Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Komplet

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Theofilus Ifan Sucipto • 15 Januari 2021 22:13
Jakata: Sampel DNA dari 62 keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 komplet. Data itu menjadi bahan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi jenazah.
 
“Kami menerima 140 sampel DNA untuk 62 korban, jadi sudah lengkap,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Jumat, 15 Januari 2021.
 
Pengumpulan sampel DNA sempat tersendat. Pasalnya, ada anggota keluarga korban yang tinggal di luar Jakarta dan Pontianak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri berusaha mempercepat pengambilan sampel DNA. Mereka berkoordinasi dengan pihak Sriwijaya Air untuk mengonfirmasi perkembangan jumlah keluarga korban yang telah menyerahkan sampel DNA.
 
Sampel DNA penting lantaran mempercepat proses identifikasi jenazah. RS Polri juga sempat meminta keluarga korban segera menyerahkan sampel DNA. Polri turut mengerahkan personelnya di setiap daerah untuk membantu pengambilan sampel DNA keluarga korban.
 
Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima 155 kantong jenazah korban kecelakaan Sriwijaya. Ada penambahan 16 kantong jenazah dari hari sebelumnya.
 
“Tim telah mendapatkan kantong jenazah sebanyak 155 kantong,” ujar Rusdi.
 
Baca: 272 Kantong Jenazah Terkumpul dari 7 Hari Pencarian SJ-182
 
Rusdi menyebut Tim DVI segera mengidentifikasi temuan tersebut. Caranya dengan mencocokkan data antemortem atau data dari keluarga dan menggunakan banyak data DNA.
 
“Dengan pakai DNA, semakin banyak korban yang teridentifikasi dan tentu memberi kepastian kepada keluarga korban,” ujar dia.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif