Sistem Rekrutmen Guru Harus DIperbaiki
Diskusi pendidikan bertema "Melihat Peluang Tata Kelola Guru di Bawah Pemerintah Pusat". Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menyoroti kualitas tenaga pendidik atau guru belum banyak mengalami perubahan selama 20 tahun reformasi berjalan. Menurutnya, belum ada kesamaan persepsi antara pemangku kepentingan, tentang seberapa pentingnya kualitas guru atau tenaga pendidik.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, belum ada kesamaan persepsi dalam sistem pendidikan nasional seperti yang tertuang dalam UU Nomor 20 tahun 2003. Padahal, pendidikan berkualitas dihasilkan dari tenaga pendidik yang berkualitas juga.

"Bagaimana membuat karier seorang guru tidak seperti sekarang. Kami dari Fraksi Golkar sudah membuat jaminan nasional yang dihadiri Kemenpan-RB, Kemendikbud dan Kemenristekdikti sepakat, sebenarnya sistem pemilihan karir guru harus tertata," kata Ferdi di Kamendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.


Yang terjadi saat ini, kualitas dan kompetensi guru disamaratakan. Padahal, guru berprestasi dan berkapasitas harus mendapatkan apresiasi lebih dari pemerintah.

"Jadi tidak seperti sekarang. Guru rajin dan pemalas tetap dapat gaji sama setiap bulannya.  Nah ini yang harus kita apakan," jelasnya.

Kedepan, sistem perekrutan guru harus diperbaiki. Calon guru harus melewati ujian kompetensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan organsiasi profesi guru seperti PGRI.

"Calon guru bisa direkrut langsung misalnya dari perguruan tinggi. Mereka dites ulang oleh pengguna," jelasnya.




 



(CEU)