Ulama dan Tokoh Masyarakat Bersatu Menghadapi Gempa Lombok
Ulama dan tokoh masyarakat NTB bersatu untuk menghadapi trauma usai bencana. Foto: Istimewa
Lombok: Dua hari usai gempa berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), jumlah korban terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal mencapai 105 orang per Selasa, 7 Agustus 2018.

Musibah yang cukup besar ini membuat semua kalangan masyarakat di NTB bersatu. Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) menyerukan agar masyarakat NTB, khususnya di Lombok, bahu-membahu menghadapi musibah ini.

“Ulama dan tokoh masyarakat harus bersatu. Jadikan musibah ini sebagai momen membangun persaudaraan,” kata Sekretaris Jenderal SKPI Fauzan Rachmansyah melalui keterangan tertulis.


Fauzan menambahkan, doa dan dukungan dari ulama menjadi pelecut semangat bagi warga untuk bangkit menghadapi musibah. Oleh karena itu, ia meminta dukungan kepada semua instansi, baik pemerintah maupun swasta, untuk ikut membantu  korban gempa.

“Dukungan dan bantuan sangat diperlukan sebagai energi untuk menghadapi musibah ini. Kami berharap semuanya ikut menyalurkan bantuan dalam bentuk apa pun untuk korban di Lombok,” ucapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Lombok Ustaz Yusuf menambahkan bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan sebagai dukungan morel. “Kita butuh dukungan morel untuk mempererat persatuan,” tuturnya.

Tokoh masyarakat Lombok Khaeruddin mengatakan para korban gempa masih sangat membutuhkan bantuan logistik berupa sembako, pelayanan kesehatan, air bersih, selimut, pakaian, seragam sekolah, hingga alat tulis. “Sampai dengan saat ini kita sudah menyalurkan bantuan kepada 6.000 lebih pengungsi, tapi masih belum cukup,” tuturnya.

Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Lombok Timur, Mawarlan, mengatakan banyak warganya yang mengalami trauma berat karena harus menghadapi gempa berkali-kali. “Ada desa yang semua rumahnya hancur, warga berharap ada bantuan untuk merehabilitasi rumah mereka yang rata dengan tanah,” imbuhnya.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id