Kekerasan kepada anak. Ilustrasi: Medcom.id.
Kekerasan kepada anak. Ilustrasi: Medcom.id.

Perundungan di Sekolah Sulit Dilenyapkan

Nasional Kekerasan di Sekolah
Intan Yunelia • 21 Juli 2019 13:21
Jakarta: Pengamat Pendidikan dari Center of Education, Regulation, and Development Analysis (Cerdas) Indra Charismiadji sangsi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bisa bebas dari perundungan. Hal dia lontarkan melihat masih adanya perundungan hingga menyebabkan nyawa melayang pada tahun ini.
 
“Yang namanya perundungan enggak akan pernah hilang di bumi selama ada orang yang merasa lebih kuat dan memiliki kecenderungan untuk menggunakan yang lebih lemah. Itu sebuah keniscayaanlah,” kata Indra kepada Medcom.id, Minggu, 21 Juli 2019.
 
Indra menilai sulit menghilangkan budaya kekerasan dari tempat para anak menimba ilmu. Namun, sekolah semestinya bisa mengikis atau menekan perundungan saat MPLS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, tugas dan kewajiban sekolah adalah menumbuhkan budaya untuk saling melindungi antara senior dan junior. Ketika ada perundungan, proteksi dari senior kepada juniornya pun bisa muncul.
 
“Intinya bagaimana cara kita menghadapi perundungan dan menunbuhkan jiwa kesatria dan kepahlawan yang kuat bukan menekan yang lemah dan malah melindungi. Itu tugas pendidikan di sekolah dan di rumah,” ujar Indra.
 
Baca: Korban Kekerasan di SMA Taruna Palembang Bertambah
 
Dia menyebut sudah tidak zamannya lagi kegiatan MPLS ini mengedepankan sifat senioritas yang menekan juniornya. Kegiatan yang berisi nilai-nilai kedisiplinan dan perundungan perlu dibedakan.
 
“Misalnya kayak model pelatihan ala tentara itu kan positif. Tapi kalau kebablasan bisa orang cedera dan kehilangan nyawa,” tutur dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif