Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku sudah mulai membuat pemetaan rancangan dan desain ibu kota baru di Pulau Kalimantan. Foto: MI/Pius Erlangga.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengaku sudah mulai membuat pemetaan rancangan dan desain ibu kota baru di Pulau Kalimantan. Foto: MI/Pius Erlangga.

PUPR Mulai Rancang Desain Ibu Kota Baru

Nasional pemindahan ibukota
Ilham Pratama Putra • 14 Agustus 2019 04:43
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengaku sudah mulai membuat pemetaan ibu kota baru di Pulau Kalimantan. PUPR telah merancang beberapa desain.
 
"Kita coba mendesain jaringan jalannya, agar kelihatan batas kotanya," kata Basuki dalam acara The Nation MetroTV, Selasa, 13 Agustus 2019.
 
Menurutnya, jalan merupakan fasilitas utama yang harus dimiliki ibu kota. Jalan termasuk rancangan tahap awal PUPR.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, Basuki juga telah mempersiapkan fasilitas penunjang lainnya mengingat banyaknya kebutuhan pemerintahan di ibu kota baru."Fasilitas pemerintahan, juga perumahan. Semua pasti ingin berkontribusi dengan baik," ujar dia.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memastikan ibu kota baru bakal dipindahkan ke Pulau Kalimantan. Namun, ia masih merahasiakan wilayah mana yang akan menggantikan DKI Jakarta.
 
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memperkirakan anggaran yang diperlukan pemerintah untuk membangun infrastruktur ibu kota baru mencapai Rp466 triliun. Luasan lahan yang diperlukan mencapai 40 ribu hektare.
 
Sekitar lima persen luas lahan atau 1.500 hektare untuk perkantoran pemerintahan. Sebanyak 15 persen lahan dengan luas 4.500 hektare untuk ekonomi. Selain itu, 20 persen atau 6 ribu hektare untuk sirkulasi dan infrastruktur.
 
Pemukiman akan menempati 12 ribu hektare atau 40 persen lahan. Sementara itu, ruang terbuka hijau (RTH) bakal seluas 6 ribu hektare atau 20 persen lahan.
 
Pemindahkan ini sama dengan konsep pemindahan ibu kota Malaysia di Kuala Lumpur ke daerah baru Putrajaya. Hal ini diperlukan karena beban Pulau Jawa sudah sangat berat. Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan berdampak positif, seperti pertumbuhan ekonomi serta iklim investasi yang lebih luas.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif