Santunan Wajib Diberikan Maskapai Tanpa Diminta
Presiden Joko Widodo berdialog dengan salah satu keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di posko utama evakuasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)
Jakarta: Maskapai penerbangan Lion Air wajib memberikan santunan kepada keluarga penumpang yang menjadi korban kecelakaan pesawat JT610 PK-LQP. Keluarga tak perlu meminta.

Pemberian santunan didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Udara. Dalam ketentuan tertulis santunan yang harus diberikan maskapai sejumlah Rp1,25 miliar kepada setiap penumpang yang menjadi korban.

"Rp1,25 miliar itu akan otomatis diberikan, jadi keluarga penumpang tidak perlu meminta," ujar Pakar Asuransi Penerbangan Sofian Pulungan dalam Metro Pagi Primetime, Sabtu, 3 November 2018.


Kendati tak perlu meminta, Sofian mengatakan keluarga dapat mengajukan tuntutan ke pengadilan apabila maskapai tidak memenuhi kewajibannya. Ketika tidak ada tuntutan, maskapai tidak akan berupaya menawarkan atau mengingatkan keluarga penumpang terkait santunan. 

Pun jika penumpang yang menjadi korban meninggalkan ahli waris yang masih tertanggung seperti anak-anak, jumlah santunan tetap berada di angka Rp1,25 miliar. Tidak akan ada santunan ekstra misalnya jaminan pendidikan untuk anak-anak penumpang.

"Sesuai Permenhub dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009, maskapai tidak melihat lagi apakah dia punya keluarga atau tidak, punya kewajiban atau tidak, sama saja tetap Rp1,25 miliar," ungkapnya.

Sofian mengatakan untuk menghindari penuntutan atau pengguguran kewajiban secara sengaja oleh maskapai, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan keluarga penumpang saat proses pemberian santunan. Normalnya, pemberian santunan oleh maskapai akan dilengkapi dengan satu dokumen dan tanda terima. 

Dia menambahkan, maskapai juga berkewajiban menyediakan pengacara dan notaris untuk menjelaskan kepada keluarga penumpang tentang ketentuan pemberian santunan. Termasuk sanksi berupa pencabutan izin terbang apabila maskapai tidak memenuhi kewajiban tersebut.

"Pada waktu penerimaan uang dan tandatangan dokumen memang sebaiknya penumpang didampingi pengacara. Notaris dan pengacara ini dari Lion Air yang bertugas menjelaskan apa isi dokumen secara legal," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id