Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar (Kanan) di Persemaian Permanen Purwakarta - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar (Kanan) di Persemaian Permanen Purwakarta - Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Menteri LHK Usung Gerakan Nasional Pemulihan Sungai

Nasional lingkungan hidup
Sunnaholomi Halakrispen • 29 Desember 2018 20:45
Karawang: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meluncurkan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS). Gerakan ini sebagai upaya komprehensif pemerintah dalam memulihkan kerusakan yang banyak terjadi di Daerah Tangkapan Air (DTA) atau bagian hulu sebuah DAS.

"Pasca peluncuran ini kita akan perkuat koordinasi (lintas sektor), antara lain melalui penyusunan rencana pengelolaan DAS terpadu," kata Siti di Persemaian Permanen Purwakarta, Desa Jomin Timur, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 29 Desember 2018.

Siti menegaskan pengelolaan DAS terpadu harus dipatuhi dan dikoordinasikan, untuk kemudian di masukkan ke program pembangunan sektor ataupun daerah. Sehingga, koordinasi antara Kementerian LHK dengan pihak-pihak terkait terjalin dengan baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Politikus NasDem ini juga meminta para gubernur dan bupati untuk memfasilitasi penyusunan rencana pengelolaan DAS terpadu. Salah satunya melalui forum DAS. "Apabila rencana pengelolaan DAS terpadu sudah tersusun dan disepakati, selanjutnya harap diinternalisasikan ke dalam rencana pembangunan daerah masing-masing," ucap dia.

Dengan begitu, kata Siti, upaya pemulihan DAS terpadu berjalan dengan tepat. "Dalam hal ini bencananya ialah yang sebagian besar akibat perilaku manusia terhadap alam, seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan," ujarnya.

Menurut Siti, bencana ini disebut sebagai bencana hidrologi sebab berkaitan langsung dengan air. Berdasarkan fakta yang terjadi di Indonesia, bencana hidrologi menjadi rutinitas tahunan atau bencana yang terjadi setiap tahun.

"Bencana itu menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa, rusaknya infrastruktur, kerugian finansial, dan bahkan menjadi penyebab penurunan kualitas hidup dan kualitas manusia," kata Siti.

Salah satu bencana tahunan yakni kekeringan, di mana telah merugikan masyarakat khususnya para petani. Negara mengalami kerugian hingga ratusan miliar rupiah akibat bencana hidrologi ini.

"Kualitas air yang buruk menurunkan kenyamanan hidup dan bisa berdampak jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia," pungkasnya.

Mereka yang ikut menghadiri kegiatan ini ialah jajaran Kementerian LHK, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Kemudian, Forkompimda Jawa Barat, Forkompimda Karawang, dan Forkompimda Purwakarta.




(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi