Cuaca Tenang Saat Lion Air Jatuh
Berdasarkan citra dari Himawari-8 Potential Rainfall, kondisi di sekitar Karawang (bulatan merah) tak menunjukkan cuaca ekstrem. Foto: BMKG
Jakarta: Cuaca diketahui sedang tenang saat pesawat Lion Air JT610 jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. Berdasarkan penelusuran Medcom.id di situs BMKG, cuaca di Karawang berawan. 

BMKG memprediksi pada dini hari hingga pagi 29 Oktober, angin yang berembus di Karawang 9 kilometer per jam. Suhu menunjukkan 24 derajat celcius. Pada siang hari, angin sedikit kencang yakni 19 kilometer per jam. Suhu diprediksi 34 derajat celsius. Meski begitu, tak terpantau cuaca ekstrem.

Medcom.id juga mencoba melihat peta dari Himawari-8 Rainfall Potential. Di sana tak terlihat ada awan menggumpal. Artinya cuaca saat pesawat jatuh tak ekstrem.


Himawari-8 Potential Rainfall adalah produk yang dapat digunakan untuk mengestimasi potensi curah hujan yang disajikan berdasarkan kategori ringan, sedang, lebat, hingga sangat lebat. Produk ini menggunakan hubungan antara suhu puncak awan dengan curah hujan yang akan dihasilkan.

Pesawat Lion Air lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang pukul 06.20 WIB. Pesawat berjenis Boeing B737-8 Max itu hilang kontak pukul 06.33 WIB. Basarnas lantas menyatakan pesawat jatuh setelah menemukan sejumlah fakta di lokasi.

Tim Basarnas menemukan berbagai benda dari pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu di permukaan air.

"Sampai lokasi menemukan ada puing-puing pesawat, pelampung, dan handphone. Lokasi hanya berjarak 2 atau 3 mil dari koordinat yang diberi air traffic control (ATC)," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, Senin, 29 Oktober 2018.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id