Ka'bah. Foto: AFP
Ka'bah. Foto: AFP

Skenario Penyelenggaraan Haji 2020

Nasional Virus Korona ibadah haji
Anggi Tondi Martaon • 08 April 2020 20:37
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) menyusun sejumlah skenario pelaksanaan haji 2020. Langkah itu dilakukan menyikapi penyebaran wabah virus korona (covid-19).
 
"Kemenag telah menyiapkan dua skenario sebagai upaya mitigasi," kata Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPR melalui telekonferensi di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Skenario pertama yaitu Haji 2020 tetap diselenggarakan. Menurutnya, skenario ini terbagi dua opsi, yaitu memberangkatkan seluruh jemaah jika penyebaran korona sudah bisa ditangani oleh Indonesia dan Arab Saudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Skenario disiapkan pada tiap tahapan perjalanan jemaah haji mulai dari menjelang berangkat hingga kembali ke Tanah Air, diupayakan dengan meminimalisasi sisa dampak covid-19 hingga ke titik nol," kata dia.
 
Kemenag juga menyediakan opsi pembatasan kuota. Pilihan ini diambil jika Arab Saudi atau jemaah Indonesia masih memiliki risiko penyebaran virus korona.
 
"Kuota diperkirakan dikurangi hingga 50 persen dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur social distancing," ucap dia.
 
Baca: Dana Haji Diusulkan Dipakai untuk Penanganan Covid-19
 
Kemenag bakal melakukan seleksi jika opsi pembatasan kuota jemaah diberlakukan. Opsi ini menitikberatkan pada prioritas untuk menyesuaikan dengan term and condition yang disepakati Indonesia dan Arab Saudi.
 
Opsi selanjutnya, Kemenag menyiapkan skenario penundaan haji. Pilihan ini diambil jika kondisi Arab Saudi belum memungkinkan untuk menyelenggarakan ibadah haji akibat penyebaran virus korona.
 
"Pemerintah kerajaan Arab Saudi menutup pintu bagi jemaah haji dari negara mana pun, termasuk dari Indonesia," ujarnya.
 
Fachrul menyampaikan, skenario ini disusun dengan berfokus pada dampak yang ditimbulkan dari batalnya penyelenggaraan haji tahun ini. Terutama terhadap internal Kemenag dan pemangku kepentingan.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif